Mahasiswa Sinjai Tolak Kenaikan Harga BBM

Perlawanan terhadap kenaikan harga BBM terus menjalar ke berbagai daerah di Indonesia. Di kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Sinjai (FPRS) juga menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, Kamis (20/6/2013).

FPRS memulai aksinya dari lapangan Nasional Sinjai, lalu bergerak menuju lampu merah di dekat kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sinjai. Di sana mahasiswa menggelar mimbar bebas dan membagi-bagikan selebaran kepada rakyat Sinjai.

Setelah itu, massa aksi FPRS bergerak ke Markas Polres Sinjai. Di sana FPRS mengutuk berbagai tindakan represif pihak kepolisian terhadap aksi-aksi menolak kenaikan harga BBM di berbagai daerah.

“Polisi jangan memposisikan dirinya sebagai alat rezim. Jika demikian, polisi akan menjadi musuh rakyat. Kalau memang pengayom dan pelindung rakyat, maka Polisi harus tinggalkan cara-cara represif,” kata Mohamad Sabir, Koordinator aksi FPRS.

Seusai menggelar mimbar bebas di depan Mapolres, massa aksi FPRS kembali bergerak menuju kantor DPRD Sinjai. Sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dengan pihak DPRD lantaran Wakil Rakyat itu menolak menemui massa aksi di luar ruangan.

Namun, karena tak kunjung tidak ada titik temu, massa aksi FPRS pun melunak. Mereka bersedia menemui dan berdialog dengan pihak DPRD di dalam ruangan. FPRS pun ditemui oleh pimpinan DPRD Sinjai,  Hj. A. Kartini.

Dalam dialog tersebut, FPRS mendesak anggota DPRD Sinjai membubuhkan tanda-tangan menolak kenaikan harga BBM. Akhirnya, karena terdesak, lima anggota DPRD Sinjai menyetujui menandatangani pernyataan menolak kenaikan harga BBM. Kelima anggota DPRD tersebut adalah H.Mallongi (PKS), Muh. Ridwan (PKB), Ahmad sidin (PBR), H. Ramli (PDK) dan Hj. Kartini  (Golkar).

Laporan: PRD Bulukumba

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut