Mahasiswa ‘Segel’ Kantor DPRD Nusa Tenggara Timur

Foto(1675)

Siapa yang tak jengkel, mau menyampaikan aspirasi secara baik-baik, tak satupun anggota DPR yang menemui. Begitulah yang terjadi terhadap kantor DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/10).

Puluhan mahasiswa hendak menyampaikan aspirasi, namun tak satupun anggota komisi D DPRD NTT, yang berurusan dengan persoalan yang dituntut mahasiswa, berada di tempat.

Akhirnya, karena sangat kesal, mahasiswa memerintahkan pegawai DPRD untuk berhenti beraktivitas. Setelah itu, mahasiswa pun memasang segel di pintu gedung parlemen tersebut.

Aksi massa ini dilakukan oleh Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi Kampus (SMDK). Ini merupakan gabungan berbagai organisasi, seperti PMKRI, LMND, Senat FKIP UKAW KUPANG, BEM Fakultas Hukum Undana, PRD, Forum Mahasiswa FKIP NTT dan mahasiswa PGRI NTT.

Mereka memprotes pemecatan seorang mahasiswa PGRI NTT, Servas Anutut, beberapa pekan lalu. Servas dipecat karena memimpin aksi protes di kapusnya. Bagi mahasiswa, tindakan pemecatan itu membuktikan sikap tidak demokratis lembaga pendidikan.

Mahasiswa juga menuntut transparansi terkait pengelolaan kampus. Tak hanya itu, mereka juga memprotes agenda privatisasi kampus dan berbagai bentuk pengekangan terhadap kegiatan mahasiswa.

Selain menggelar aksi di kantor DPRD, massa SMDK juga menggelar aksi massa di Markas Polda NTT.  Tak hanya menggelar orasi-orasi politik, mahasiswa juga membentangkan spanduk putih untuk menggalang tanda-tangan dukungan.

Ira Sobeukum

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut