Mahasiswa Persoalkan Persyaratan KTP Untuk Pengurusan SPP

Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie, merasa keberatan dengan keputusan rektor yang mewajibkan penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk pembuatan surat keterangan belum melunasi SPP.

Mahasiswa menemukan keganjilan dengan penggunaan KTP ini, sebab mahasiswa seharusnya mempergunakan kartu identitasnya, yaitu Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), yang cukup membuktikan terdaftar dan tidaknya seorang mahasiswa.

Meskipun mungkin persoalan ini dianggap sederhana, tetapi sebagian mahasiswa Unigha mencurigai adanya kepentingan lain di balik penggunaan KTP ini.

“Seharusnya, dengan mempergunakan KTM, maka secara administratif seseorang sudah sah sebagai mahasiswa di universitas tersebut. Tapi, kenapa ada keharusan menggunakan KTP,” kata Huslidariandi, seorang aktivis Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR).

Mahasiswa menyatakan menolak jika KTP mereka dipergunakan untuk tujuan-tujuan politik tertentu, dan menganjurkan agar pihak Rektorat segera memberikan klarifikasi terkait persoalan-persoalan ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut