Mahasiswa Morowali Di Sultra Kecam Tindakan Represif Polisi

Laskar Pemuda dan Mahasiswa Morowali (LPMM) mengeluarkan kecaman keras terhadap tindakan represif kepolisian saat menangani aksi protes rakyat di Pulau Tiaka, Kabupaten Morowali, kemarin (22/8).

Menurut Iswan, salah satu pengurus LPMM, tindakan kepolisian itu sudah tidak dapat ditolerir dan jelas-jelas merupakan tindakan pelanggaran HAM. “Ini adalah sebuah pelanggaran HAM berat. Ini tidak bisa ditolerir lagi,” katanya saat menggelar konferensi pers di kantor LPMM di Kendari, siang tadi (23/8)

Ia dan rekan-rekan seorganisasinya menuntut Kapolri agar segera mencopot Kapolda Sulawesi Tengah dan Kapolres Morowali.

Selain itu, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat di Morowali, para pelajar dan mahasiswa Morowali di Kendari, Sulawesi Tenggara, akan menggelar aksi massa bersama sejumlah organisasi pergerakan.

LPPM adalah perkumpulan pemuda dan mahasiswa yang sedang bermukim di Sulawesi Tenggara. Mereka sangat tidak terima perilaku biadab kepolisian terhadap rakyat di kampung halaman mereka.

Untuk diketahui, pada 22 Agustus 2011 kemarin, Polisi telah menembaki warga Morowali yang sedang menggelar aksi di kilang minyak milik PT. Medco. Akibat tindakan kepolisian itu, sedikitnya 2 orang warga Morowali dilaporkan tewas dan 6 orang lainnya mengalami luka parah.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Fyanfox

    warga memang terkadang memuncak amarahnya tetapi selaku aparat polisi, setidaknya melakukan hal yang tidak menghilangkan nyawa, karna nyawa hanya dapat diambil oleh sang maha kuasa. kita sesama manusia patunya menjaga kebersamaan dalam kehidupan ini, kita berharap aparat dapat mengoreksi tindakannya yang tidak pantas untuk dilakukan, karna aparat lahir dari rakyat maka aparat memberikan pelayanan yang baik untuk rakyat. saya berharap tidak ada lagi korban yang berjatuhan, ciptakan kedamaian adalah hal yang terindah dalam hidup ini