Mahasiswa Makassar Korban Penembakan Aparat Jalani Perawatan Intensif

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur (UIT) yang menjadi korban penembakan aparat, Adi Puto Palasha, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr. Faisal Makassar.

Ia tertembak peluru karet oleh aparat kepolisian setempat saat melakukan aksi massa menolak rencana kenaikan BBM, Kamis (6/11/2014) bersama Mahasiswa UIT lainya di persimpangan Jalan AP  Pettarani-Jalan Rappocini Raya Makassar.

Ketua  Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Makassar, Muhammad Asrul,  mengatakan bahwa disamping satu orang mahasiswa yang tertembak, sejumlah mahasiswa lain juga  menjadi korban kebrutalan aparat kepolisian.

“Ada dua orang mahasiswa mengalami patah tangan,  satu orang luka di kepala, dan sebagian lagi mengalami luka-luka, total ada 12 orang mahasiswa yang hingga kini dalam proses perawatan di rumah sakit,“ kata Asrul kepada Berdikari Online, Sabtu (08/11/2014).

Disamping itu kata Asrul,  sebanyak 14 Mahasiswa sampai sekarang masih ditahan di Mapolresta Makassar untuk menjalani pemeriksaan.

Asrul juga menyayangkan penyerbuan kampus Unismuh Makassar yang dilakukan aparat keamanan bersama preman, saat para Mahasiswa bertahan melakukan aksi susulan, Jum’at (08/11/2014) petang kemarin.

Sementara itu, Ketua Umum  LMND  Vivin Sri Wahyuni mengecam tindakan aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengamankan aksi massa menentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM yang sudah melampaui batas kemanusiaan.

“ Aksi massa yang di hadapi dengan repressif, penangkapan, pentungan, dan tembakan gas air mata serta melumpuhkan pengunjuk rasa dengan tembakan peluru, sudah sangat keterlaluan,” kata Vivin dalam siaran persnya, di Jakarta.

Vivin menyerukan kepada semua pihak, terutama gerakan mahasiswa dan rakyat, untuk tetap melawan kebijakan Pemerintah yang akan menaikkan harga BBM.

“Tindakan represif polisi harus dijadikan pemicu semangat untuk tetap melawan dan menyatukan kekuatan demi memperjuangkan tegaknya Trisakti,” tegasnya.

Olehnya itu, LMND menuntut: 1) Bebaskan seluruh mahasiswa yang ditahan, 2.) Menolak Kenaikan Harga BBM, 3)Hentikan Liberalisasi Sektor Hulu sampai Hilir Migas, 4.) Cabut UU Migas No. 22 Tahun 2001, 5.) Laksanakan Pasal 33 UUD 1945, 6.) Tegakkan Trisakti yang sebenar-benarnya.

Rudi Astika

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut