Mahasiswa Lampung Gelar Aksi Massa Tolak Kenaikan Harga BBM

BBM2

Keputusan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM terus menuai perlawanan oleh gerakan mahasiswa dan rakyat di berbagai daerah.

Di Bandar Lampung, puluhan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pembela Aspirasi Rakyat (GEMPAR) menggelar aksi protes menentang kenaikan harga BBM di kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (18/11/2014).

“Ketetapan pemerintah Jokowi – JK untuk menaikkan harga bbm adalah bentuk penghianatan yang nyata terhadap rakyat,” ujar koordinator lapangan aksi, Joshua, dalam orasinya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak menaikkan harga BBM ditengah harga minyak mentah dunia yang sedang turun. “Ini sangat ironis dan membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi – JK adalah rezim penindas rakyat”, ujarnya.

Hal serupa diungkapkan oleh sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Bandar Lampung, Ricky Satriawan. Ricky mengungkapkan, setelah selama ini menyebarkan berita bohong mengenai bbm kepada rakyat, pemerintah Jokowi – JK dengan lancang telah menaikkan harga bbm tanpa persetujuan DPR.

Dia menambahkan, pemerintah Jokowi – JK secara terang terangan telah bertindak secara otoriter. “Apa yang dilakukan pemerintah Jokowi – JK adalah tindakan yang inkonstitusional, kita sebagai rakyat harus melawan,” tegasnya.

Sementara Ketua LMND Bandar Lampung Rismayanti mengatakan bahwa kita harus memperjuangkan kembali politik energi sesuai dengan amanat konstitusi, yaitu pasal 33 UUD 1945 sebagai langkah solutif bagi rakyat.

“Pemerintah harus segera mengakhiri dominasi asing dalam penguasaan kekayaan energi nasional, seperti minyak, gas, dan batubara, baik melalui nasionalisasi maupun renegoisasi progresif untuk mewujudkkan kedaulatan energi nasional, bukan dengan semena mena menaikkan harga BBM,” tandasnya.

Massa kemudian mengakhiri aksinya dengan membakar keranda sebagai simbol matinya rakyat oleh dampak kenaikan harga BBM. Adapun yang menjadi poin tuntutan GEMPAR: 1) Tolak kenaikkan harga BBM; 2) Cabut UU Migas No 22 Tahun 2001; 3) Hentikan bentuk represif oleh aparat; 4) Hentikan liberalisasi migas dari hulu hingga hilir; dan 5) Laksanakan pasal 33 UUD 1945.

Adapun Organisasi yang tergabung dalam GEMPAR, yakni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), KMHDI, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), KAMMI, BEM Unila, BEM STAH, dan BEM Umitra.

Devin Areyansah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut