Mahasiswa Kupang Tolak Pertemuan WTO

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 menggelar aksi massa di kantor DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (5/12/2013). Mereka menolak penyelenggaraan Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali.

Menurut Ketua LMND NTT Antonius J. Afeanpah, agenda pertemuan WTO di Bali sangat merugikan Indonesia karena sarat kepentingan negara-negara imprialis dan perusahaan multinasionalnya.

“Pertemuan tersebut harus dibubarkan karena sangat merugikan rakyat Indonesia. Agenda perdagangan bebas WTO akan menambah pasokan bahan impor dengan harga yang sangat tinggi yang akan merugikan rakyat,” katanya.

Selain itu, Antonius menambahkan, WTO punya kepentingan menciptakan pasar yang seluas-luasnya bagi produk dan kepentingan bisnis perusahaan multinasional yang bermarkas di negara-negara kapitalis maju.

“Dengan penghapusan berbagai rintangan terhadap perdagangan bebas, seperti tarif, subsidi, dan lain-lain, barang dan jasa dari negara kapitalis maju, yang didukung oleh teknologi dan modal besar, akan menggilas barang dan jasa hasil produksi negara dunia ketiga,” katanya.

Dalam aksinya, Front Mahasiswa Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 menyerukan agar rakyat Indonesia memperjuangkan terlaksananya pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi perekonomian Indonesia.

Untuk diketahui, aksi massa yang digelar oleh Front Mahasiswa Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 selama dua hari, yakni tanggal 2 dan 3 Desember 2013.

Wanandi Kabu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut