Mahasiswa Inggris Protes Kenaikan Biaya Kuliah

Sekitar 10.000 mahasiswa mengambil bagian dalam aksi protes besar-besaran di kota London, Inggris, Rabu (21/11/2012). Mereka mengungkapkan kemarahan mereka atas kenaikan biaya pendidikan dan melonjaknya pengangguran.

Aksi protes ini diorganisir oleh Serikat Mahasiswa Nasional (NUS). Dilaporkan, sejumlah aktivis berusaha menduduki Jembatan Westminster, yang berdekatan dengan gedung parlemen. Terjadi bentrokan kecil antara sejumlah demonstran dengan polisi di dekat gedung parlemen.

Pawai protes ini berlangsung di bawah guyuran hujan deras. Meski demikian, pawai yang diikuti oleh puluhan ribu mahasiswa tetap berjalan lancar. Namun, pawai berakhir kacau di selatan London.

Saat itu, seperti dilaporkan The Guardian, Presiden NUS Liam Burns diserang ketika sedang menyampaikan pidato. Ia dipaksa turun dari panggung setelah terjadi ketegangan antara faksi pro- dan anti-NUS.

Sejak pemerintahan koalisi berkuasa tahun 2010 lalu, biaya kuliah sudah naik tiga kali lipat menjadi £9,000. Banyak mahasiswa meninggalkan utang (debt student loan) hingga puluhan ribu poundsterling ketika lulus.

“Ada rasa putus asa di rakyat. Mereka perlahan-lahan melihat peluang mereka terambil dan mereka tak berdaya,” kata Presiden NUS, Liam Burns, kepada Guardian.

Sebuah survei NUS terhadap 500 orang tua siswa menemukan, tiga dari lima orang diantara mereka menolak untuk memilih anggota parlemen yang melanggar janji politiknya selama kampanye, terutama mereka yang menyetujui kenaikan biaya pendidikan.

Pada tahun 2010 lalu, meletus protes besar-besaran terkait isu pendidikan di Inggris. Sekitar 50.000 mahasiswa ambil-bagian dalam aksi protes di London. Namun, kebrutalan polisi telah menggiring aksi protes ini pada kerusuhan.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut