Mahasiswa Inggris Menolak Kenaikan Biaya Pendidikan

Puluhan ribu mahasiswa dan pelajar di kota London, Inggris, turun ke jalan pada hari Rabu untuk memprotes kenaikan biaya pendidikan. Selain itu, mereka juga meneriakkan perlawanan terhadap privatisasi pendidikan dan pemotongan anggaran pendidikan.

Massa memulai aksinya dari kampus University of London menjelang tengah hari. Dan menjelang sore hari, mahasiswa mulai berbaris menyusuri jalan utama di kota London dengan membawa sejumlah poster dan spanduk.

Sementara beberapa mahasiswa memisahkan diri dari barisan dan berusaha membangun tenda di lapangan Trafalgar. Mereka segera diusir oleh polisi dan beberapa orang mahasiswa ditangkap.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari ribuan polisi. Sebelumnya, muncul kekhawatiran bahwa aksi ini akan berakhir dengan kekerasan. Polisi bahkan mengancam akan menggunakan peluru karet untuk membubarkan aksi mahasiswa jika mengarah pada konfrontasi.

Dalam aksi itu, sejumlah mahasiswa meneriakkan “pendidikan kami bukan untuk bisnis mereka”. Sementara mahasiswa lainnya terlihat membawa plakat biaya kuliah dan seruan pendidikan gratis.

Mahasiswa juga memprotes intimidasi dan respon berlebihan polisi terhadap aksi protes mahasiswa. “Saya melihat sepertinya kami akan melihat kekerasan. Maksudku, ada 4000 orang yang pada dasarnya geng terbesar di London, yaitu polisi metropolitan,” Ben Beech, aktivis dari National Campaign Against Fees and Cuts, kepada Russian Today.

Ben menuding, sejak tahun 1998, kepolisian Metropolitan London telah membunuh lebih dari 300 orang di dalam tahanan mereka.

Ben mengaku prihatin dengan sikap arogan polisi. Ia prihatin karena demokrasi di Inggris telah hampa ketika perbedaan pendapat coba dijawab dengan ancaman peluru karet kepada anak-anak sekolah dan mahasiswa.

Tahun lalu, protes mahasiswa juga berakhir kekerasan. Saat itu, mahasiswa turun ke jalan juga untuk memprotes kenaikan biaya pendidikan. Akan tetapi, tuntutan mereka diabaikan oleh parlemen dan pemerintahan David Cameron.

Akhirnya, karena dibakar kekecewaan, mahasiswa menyerang mobil yang ditumpangi oleh pangeran Charles dan istrinya. Tindakan itu yang dianggap sebagai kelengahan polisi dalam mengawasi aksi protes.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut