Mahasiswa Galang Dana Untuk Pendidikan Anak Korban Lumpur Lapindo

SURABAYA (BO)- Sejumlah aktivis Forum Advokasi Mahasiswa (FAM) Unair menggelar acara pentas seni untuk menggalang dana bagi pendidikan anak-anak korban lumpur Lapindo di halaman kampusnya, Senin, 17 Oktober 2011.

Acara pentas seni ini diisi dengan pameran foto, teatrikal keliling kampus, dan testimoni anak-anak korban lumpur Lapindo. Catur Wibowo, salah seorang koordinator acara ini, mengatakan gerakan ini akan menyelamatkan masa depan ratusan anak-anak korban lumpur Lapindo.

“Ada sebanyak 212 anak korban lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, membutuhkan donasi pendidikan yang setiap anak berkisar antara Rp220 ribu sampai Rp1,8 juta per tahun,” ungkapnya.

Sejak tahun 2010 sendiri, Gerakan Donasi Sahabat Anak Lumpur sudah membantu pendidikan bagi 87 anak korban Lumpur Lapindo, sedangkan gerakan tahun ini akan membantu 212 anak mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Selain itu, dia menambahkan, Bantuan operasional sekolah (BOS) ternyata tidak bisa membuat anak korban lumpur Lapindo mengakses pendidikan secara gratis, karena anak-mereka masih dikenai biaya seragam, buku, daftar ulang, sumbangan uang gedung, ujian, pengambilan rapor, dan sebagainya.

Acara serupa juga digelar di Taman Bungku, kota Malang, dan di Porong bersama Fadli (vokalis grup band Padi).

Selain melalui kegiatan semacam ini, para sukarelawan juga menjemput langsung dana dari donatur dan membuka rekening di CIMB Niaga Surabaya dengan nomor rekening 095.01.00224.00.0 atas nama WALHI Jawa Timur. Laporan perkembangan dan distribusi dukungan akan disampaikan secara terbuka melalui laman/website www.korbanlumpur.info dan www.walhijatim.or.id.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut