Mahasiswa Ende Tolak Kenaikan Harga BBM

Tolak Kenaikan BBM-Ende

Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Front Gerakan Pasal 33 UUD 1945 menggelar aksi massa di kantor DPRD kota Ende, Senin (26/3/2012). Mereka menolak rencana rezim SBY menaikkan harga BBM.

“Rezim SBY gagal mengelola kekayaan alam, termasuk energi, untuk kepentingan nasional. Akibatnya, kekayaan energi itu justru dinikmati korporasi asing,” kata Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Ende, Yohanes B. Loy.

Menurut Yohanes, Indonesia semestinya bisa berdaulat jikalau bisa mengelola energi untuk kepentingan nasionalnya. Jika energi bisa dikelola dengan baik, maka hal itu bisa menopang perekonomian dan proses industrialisasi.

Aksi Front Gerakan Pasal 33 UUD 1945 ini melibatkan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Partai Rakyat Demokratik (PRD), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Aksi ini dimulai dari Universitas Flores menuju kantor Bupati dan DPRD Ende. Di sepanjang jalan, massa aksi mengajak masyarakat Ende berpartisipasi dalam aksi massa menolak kenaikan harga BBM.

Dalam aksinya ada empat tuntutan yang diusun Front Gerakan Pasal 33 UUD 1945: (1) Hentikan neoliberalisme; (2) laksanakan pasal 33 UUD 1945; (3) Tolak kenaikan harga BBM; (4) Nasionalisasi industri pertambangan.

YULIUS FANUS MARI, Koresponden Berdikari Online Kabupaten Ende

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut