Mahasiswa Di Bekasi Tolak Kenaikan TDL

BEKASI: Puluhan mahasiswa di Bekasi, Jawa Barat, menggelar aksi menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di kantor DPRD setempat, Jumat (2/7). Menurut mereka, selain memukul industri kecil dan menengah nasional, keputusan ini akan semakin mempersulit kehidupan rakyat.

Massa merupakan gabungan dari LMND, SRMI, dan Sema FISIP Unisma. Mereka beranggapan, kenaikan harga TDL hanya menjadi “batu loncatan” pemerintah untuk meliberalisasi sektor kelistrikan di Indonesia, baik di sektor hulu maupun hilir.

Ketua LMND jabotabek Muhammad Fauzi mengatakan, pemerintah sudah terbiasa menggunakan “solusi gampangan” untuk mengatasi suatu masalah, tidak berdasarkan pencarian akar persoalan dan bagaimana mengatasinya.

Dia mencontohkan, krisis listrik terjadi karena sejumlah pembangkit listrik milik PLN kekurangan bahan bakar, terutama gas dan batubara, sehingga solusi yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menjamin ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit. “Pemerintah malah terus-menerus mengekspor gas dengan harga murah ke luar negeri, terutama Jepang, sedangkan kebutuhan dalam negeri menjadi defisit,” katanya.

Fauzi juga menyoroti ketiadaan inisiatif atau usaha pemerintah untuk mendorong diversifikasi energy, terutama untuk energi alternatif, misalnya energi angin, panas bumi (geothermal), gelombang air laut, tata surya, dan lain sebagainya.

Selain melakukan penolakan terhadap kenaikan TDL, massa juga memprotes buruknya layanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat di Bekasi, misalnya soal pendidikan, kesehatan, dan sejumlah pelayanan umum lainnya.

“sebagai kawasan industri, seharusnya pemerintah Bekasi punya banyak anggaran untuk membiayai pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, terutama pendidikan dan kesehatan,” ujar seorang orator. (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut