Longmarch Petani Blitar Memasuki Kabupaten Ngawi

Aksi jalan kaki (long march) petani Blitar sudah menginjakkan kaki di kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sore (14/1) tadi. Petani langsung menuju ke gedung Serbaguna Eka Kapti, kecamatan Ketanggi, untuk beristirahat dan menginap.

Aksi longmarch petani Blitar ini sudah memasuki hari ke-5. Tadi pagi, mereka memulai aksinya dari depan kantor Kecamatan Taman, Madiun. Lalu, mereka sempat singgah di kantor DPRD Madiun.

“Sejumlah anggota DPRD menyambut kami. Mereka mengaku sepakat dengan tuntutan kami terkait penegakan pasal 33 UUD 1945,” kata Trianto, koordinator Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM).

Menurut Trianto, selain memberikan dukungan politik, para anggota DPRD tersebut juga memberi bantuan makanan dan air minum.

Kedatangan petani Blitar di Madiun juga disambut oleh aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD). Ketua PRD Madiun, Ferman Noel Telussa, mengungkapkan bahwa perjuangan petani Blitar bisa menginspirasi gerakan petani di daerah-daerah yang dilaluinya.

Menjelang sore hari, petani tiba di kecamatan Maospati, Magetan, Jawa Timur. Mereka disambut oleh puluhan petani Magetan.

Di terminal bus Maospati, petani sempat singgah sebentar untuk menggelar mimbar bebas. Petani menjelaskan secara singkat mengenai perjuangan mereka dan tuntutannya.

“Kami mau menagih janji Presiden SBY terkait redistribusi 8 juta hektar tanah untuk petani. Selain itu, kami menuntut SBY segera melaksanakan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960,” kata korlap aksi, Nanik Harianti.

Usai menggelar mimbar bebas, petani kembali melangkahkan kaki.

Untuk diketahui, 150-an petani Blitar, Jawa Timur, menggelar aksi jalan kaki ke Jakarta. Mereka hendak menagih janji Presiden SBY terkait redistribusi 8 juta hektar tanah untuk petani.

Selain itu, petani juga menuntut penyelesaian ketidakadilan agraria di Indonesia melalui penerapan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut