Long March Petani: Petani Gelar Mimbar Bebas Di Pasar Tugumulyo

Di sepanjang perjalanan menabur benih perlawanan. Itulah yang sedang dilakukan 40-an petani Jambi yang sedang menggelar aksi long march dari Jambi ke Jakarta (1000 km).

Di sepanjang perjalanan, petani tak henti-hentinya mengajak rakyat bangkit berjuang merebut kembali sumber daya alam, termasuk tanah, yang telah dirampas oleh korporasi asing.

Tak hanya itu, petani juga terkadang singgah menggelar mimbar bebas. Itulah yang dilakukan petani saat melintasi desa Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Mimbar bebas digelar di pasar Tugumulyo, di tengah kerumunan rakyat yang sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari. Korlap aksi long march petani Jambi, Andi Syaputra, langsung mengagitasi massa rakyat yang sedang lalu-lalang di pasar tersebut.

Ia menceritakan tentang konflik agraria yang sedang dialami oleh rakyat Indonesia di berbagai tempat, termasuk di Jambi.

“Dulu kami hidup dengan tenang, saudara-saudari. Kami hidup dengan mengolah tanah kami. Tetapi tiba-tiba, atas izin dari Kementerian Kehutanan di Jakarta, tanah kami berpindah ke tangan perusahaan asing. Karena itulah kami berjuang seperti sekarang ini,” kata Andi.

Mimbar bebas ini juga diikuti oleh aktivis buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), yang turut menyertai dan mengawal aksi long march petani Jambi hingga ke perbatasan Sumsel-Lampung.

Usai menggelar mimbar bebas, para petani dan anggota KASBI melanjutkan aksi long march. Kondisi cuaca pada Jumat (28/12) siang cukup cerah. “Kondisi cuaca agak bagus hari ini. Tidak terlalu terik, tapi juga tidak turun hujan,” kata Andi.

Warga Desa Turut Menyumbang

Aksi long march petani Jambi sudah memasuki hari ke-17. Keadaan logistik, khususnya bahan makanan, makin menipis. Kondisi obat-obatan juga mulai berkurang.

Untuk itu, petani membuat kotak sumbangan yang ditenteng di sepanjang perjalanan. Dukungan rakyat di sepanjang jalan pun mengalir. Sejumlah warga desa sengaja mendatangi petani untuk memberi bantuan.

“Banyak warga desa yang menyumbang. Kami menjadi sangat terharu. Kami menjadi sangat sadar, bahwa di tengah himpitan kemiskinan, rasa solidaritas rakyat Indonesia tak berkurang. Kami sangat bangga dengan rakyat di desa-desa,” kata Andi Syaputra.

Petani tiba di desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI. Sejumlah warga desa, umumnya ibu-ibu, begitu antusias menyambut para petani dan kaum buruh ini. Petani pun beristirahat di desa ini.

Menurut rencana, Sabtu (28/12) siang, petani sudah akan tiba di perbatasan Sumsel-Lampung. Sejumlah organisasi rakyat Lampung sudah siap menyambut para petani Jambi di perbatasan.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut