Long March Petani Ogan Ilir Tiba Di Kabupaten OKI

Aksi jalan kaki (long march) yang dilakukan oleh petani Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sudah memasuki hari ke-3. Saat ini petani sudah berada di daerah kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (12/11/2013).

Menurut Reza Fahlevi, aktivis Serikat Tani Nasional (STN) yang turut dalam aksi jalan kaki ini, para petani yang berjumlah 41 orang ini sedang beristirahat di Masjid Al-Ikhlas di daerah OKI.

Reza mengungkapkan, kondisi cuaca yang sangat terik menyebabkan kondisi stamina petani agak menurun. Beberapa petani mengalami kelelahan dan bengkak di bagian kaki.

Salah seorang peserta aksi, Agus (45 th), petani asal desa Tanjung Laut, terserang penyakit demam dan tekanan darah naik. Tak hanya itu, kondisi logistik para peserta aksi jalan kaki juga mulai menipis.

“Kami kekurangan beras, lauk-pauk, air mineral, dan obat-obatan,” kata Reza.

Tadi malam, kata Reza, para petani menginap di sebuah masjid di daerah Teluk Gelam, Kabupaten OKI. Sekitar pukul 08.00 WIB, para petani kembali melanjutkan aksi jalan kakinya.

Untuk diketahui, sejak hari Minggu (10/11/2013) kemarin para petani dari Ogan Ilir menggelar aksi jalan kaki menuju Jakarta. Mereka mewakili aspirasi dari 6000 kepala keluarga dari 22 desa di Kabupaten Ogan Ilir yang menjadi korban dari konflik agraria.

Para petani menuntut hak atas tanah seluas 13.000 ha yang saat ini masih dikuasai oleh PTPN VII Cinta Manis. Selain itu, para petani juga akan mendesak pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi yang melibatkan PTPN VII unit Cinta Manis. Tak hanya itu, para petani mendesak agar Menteri BUMN Dahlan Iskan segera dicopot dari jabatannya karena membiarkan perusahaan perkebunan negara merampas hak-hak kaum tani.

Dalam tuntutannya para petani juga mendesak agar pemerintahan SBY segera menyelesaikan berbagai konflik agraria di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ogan Ilir, dengan mengacu pada pasal 33 UUD 1945 dan UU Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960.

Para petani ini berhimpun di bawah payung Gerakan Nasional pasal 33 UUD 1945 (GNP-33 UUD 1945). Sejumlah organisasi turut bergabung dan mendukung aksi ini, antara lain: Gerakan Petani Penesak Bersatu (GPPB), Partai Rakyat Demokratik (PRD), PB Frabam Sumsel, Serikat Tani Nasional (STN), Barisan Muda PAN, dan Korwil Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumbagsel.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut