Long March Petani Ogan Ilir Bertahan Di Banten

Sejak Kamis, 28 November 2013, 70-an petani Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang sedang menggelar aksi jalan kaki (long march) ke Jakarta, tiba di pelabuhan Merak, Banten.

Sekitar pukul 15.00 WIB, para petani tiba di perbatasan kota Serang, Banten. Mereka pun langsung disambut oleh puluhan mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten.

“Kami diarahkan ke kampus Untirta dan disana diinapkan di Fakultas Pertanian Untirta,” kata Reza Fahlevi, seorang aktivis FRABAM Sumsel yang terlibat dalam aksi jalan kaki petani ini.

Menurut Reza, pada hari Jumat (29/11) para petani menggelar diskusi dengan mahasiswa pertanian Untirta terkait budidaya pertanian padi. “Para mahasiswa sangat antusias berdiskusi dengan petani,” katanya.

Lebih lanjut Reza mengungkapkan, para petani berencana melanjutkan aksi jalan-kakinya ke Jakarta pada hari Sabtu (30/11). Mereka berupaya untuk mencapai daerah Balaraja, Tangerang.

Untuk diketahui, aksi jalan kaki yang dilakukan oleh puluhan petani dari Ogan Ilir ini dimulai sejak tanggal 10 November lalu. Mereka berencana menggelar aksi jalan kaki menuju Jakarta.

Para petani, yang 6000 kepala keluarga dari 22 desa di Kabupaten Ogan Ilir itu, sedang berkonflik dengan PTPN VII Unit Cinta Manis. Mereka menggelar aksi jalan kaki ke Jakarta untuk menuntut hak atas tanah seluas 13.000 hektar yang dicaplok oleh PTPN VII Cinta manis.

Selain itu, para petani juga akan mendesak pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi yang melibatkan PTPN VII unit Cinta Manis. Tak hanya itu, para petani mendesak agar Menteri BUMN Dahlan Iskan segera dicopot dari jabatannya karena membiarkan perusahaan perkebunan negara merampas hak-hak kaum tani.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut