Long March Petani Ogan Ilir Bagi-Bagikan Selebaran

Puluhan petani kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang sedang menggelar aksi jalan kaki (long march) ke Jakarta, membagi-bagikan selebaran kepada warga di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Menurut Reza Fahlevi, aktivis Frabam yang sekaligus koordinator dalam aksi ini, selebaran yang dibagikan berisi kronologis konflik agraria yang sedang dialami oleh petani. Selain itu, kata Reza, selebaran itu berisi seruan agar rakyat mendukung perjuangan kaum tani.

Aksi jalan kaki yang digelar oleh petani Ogan Ilir ini sudah memasuki hari ke-4. Selain faktor jarak tempuh yang membuat kelelahan, kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat petani mengalami gangguan kesehatan.

“Kondisi kesehatan sebagian besar peserta aksi mulai menurun,” kata Reza.

Tadi malam, para petani mulai mengistirahatkan kakinya sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka pun menginap di sebuah rumah warga di desa Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Aksi jalan kembali dilanjutkan sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi. Lalu, sekitar pukul 12.00 WIB, sembari beristirahat para petani melakukan diskusi mengenai konflik agraria di sebuah pondok kecil di pinggiran jalan.

Reza mengungkapkan, dalam dua hari mendatang, jumlah peserta aksi jalan kaki akan mengalami penambahan sebanyak 22 orang. Peserta tambahan itu berasal dari desa Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Saat berita ini diturunkan, karena diguyur hujan deras, para petani sedang beristirahat di sebuah mesjid di desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI. Menurut rencana, kalau hujan deras sudah mulai mereda, para petani kembali akan melanjutkan aksinya.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut