Long March Petani Jambi: Petani Terobos Hujan Deras

Kondisi cuaca yang kurang baik, yang kadang sangat terik dan kadang pula tiba-tiba hujan deras, membuat kondisi fisik para petani peserta long march agak merosot. Inilah yang membuat Ngadiono, petani asal Kunangan Jaya II, Batanghari, tiba-tiba jatuh sakit.

“Dia tiba-tiba demam tinggi. Karena tak sanggup lagi berjalan, beliau (Ngadiono) kami bawa ke posko transit di desa Lankan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin,” kata Koordinator aksi, Andi Syaputra.

Menurut Andi, dalam perjalanan yang sudah menempuh 200-an kilometer itu, petani terkadang bertemu cuaca yang selalu berubahn secara drastis. “Kadang-kadang kami bertemu terik matahari yang membakar kulit. Namun, tiba-tiba kami diguyur hujan sangat deras,” katanya.

Meski demikian, Andi menegaskan, semangat dan militansi petani peserta long march tidak merosot. Bahkan, di sepanjang perjalanan, petani tetap bersemangat menggelorakan perlawanan dengan lagu-lagu perjuangan dan orasi keliling.

Hal senada disampaikan oleh Wondo, salah seorang petani peserta aksi dari desa Kunangan Jaya II. “Seberat apapun kendala yang kami hadapi dalam perjalanan, kami tetap bertekad untuk melanjutkan perjalanan menuju Istana Merdeka di Jakarta,” kata Wondo.

Untuk aksi long march hari ke-6 ini, petani memulai aksinya pada pukul 05.30. Di sepanjang perjalanan, mereka beberapa kali diguyur oleh hujan deras. Biasanya, petani hanya menggunakan kantong plastik untuk membungkus bagian kepalanya kalau terjadi hujan deras.

Saat ini petani peserta aksi long march sudah tiba di desa Pangkalan Balai, Kec. Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Di desa inilah petani akan berteduh dan berencana menginap untuk malam ini.

Sementara itu, menurut rencana, aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Sumsel mempersiapkan penyambutan terhadap petani peserta long march, Selasa (18/12) besok, di kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

“Nanti akan ada diskusi bersama antara petani Jambi dengan warga setempat. Setelah itu, sebelum berangkat ke Palembang, petani dan warga akan menggelar rapat akbar bersama,” kata Fuad Kurniawan, aktivis PRD yang turut mempersiapkan penyambutan tersebut.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut