Long March Petani Jambi: Petani Memasuki Kota Palembang

Meskipun berhadapan dengan berbagai rintangan, termasuk hujan deras yang terus mengguyur, rombongan petani Jambi peserta aksi jalan kaki (long-march) 1000 km (Jambi-Jakarta) berhasil menginjakkan kaki di kota Palembang, Ibukota Sumatera Selatan, Rabu (19/12).

Menurut Wondo, salah seorang petani peserta aksi ini, mereka tiba di kota Palembang sekitar pukul 11.00 WIB. Begitu tiba, petani langsung berbaris menuju kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumsel.

“Kami datang ke kantor Dishut Provinsi Sumsel untuk meminta dukungan politik,” kata Wondo, petani asal Kunangan Jaya II, Batanghari, Jambi.

Di depan kantor Dishut Provinsi Sumsel, para petani menggelar orasi politik secara bergantian. Hadir pula puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Palembang untuk mendukung perjuangan petani.

Tidak lama kemudian, salah seorang staff Divisi Humas Dishut Provinsi Sumsel keluar menemui petani. Ia menyatakan mendukung perjuangan petani Jambi secara moral. Tetapi dukungan itu bersifat personal.

Seusai menggelar aksi di depan Dishut Provinsi Sumsel, para petani bersama aktivis LMND bergerak ke kampus IAIN Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan.

Tiba di kampus IAIN Raden Fatah Palembang, mahasiswa sudah berbaris menyambut para petani. Mereka tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel “Hidup Petani” dan “Tanah untuk Rakyat”.

Mahasiswa membentangkan spanduk selamat datang kepada pejuang-pejuang petani ini. Sementara perwakilan mahasiswa menyampaikan orasi politik berisi dukungan penuh terhadap perjuangan petani.

“Tanah adalah hak rakyat yang dijamin oleh konstitusi. Kalau ada yang merampas hak rakyat itu, berarti pelanggaran konstitusi. Kami mendukung penuh perjuangan petani,” kata seorang aktivis LMND, Fuad Kurniawan, saat berorasi.

Adapun organisasi yang bergabung untuk menyambut kedatangan petani Jambi, antara lain,  LMND, SRMI, PRD, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), KASBI Sumsel, Serikat Buruh Migas Palembang (SBMP), Jaringan Pembaharuan Nasional (JPN), dan Front Anak Bangsa Menggugat (FRABAM).

Menurut rencana, malam ini petani akan menginap di kantor Redaksi Harian kabar Sumatera. Di sana akan dilangsungkan diskusi bersama antara petani dengan berbagai organisasi pergerakan dan masyarakat di Sumsel.

Sedangkan Kamis (20/12) besok, petani bersama sejumlah organisasi pergerakan di Sumsel akan menggelar aksi ke kantor Gubernur Sumsel dan kantor DPRD Sumsel.

Sementara itu, menurut koordinator aksi long march petani Jambi, Andi Syaputra, kondisi kesehatan sejumlah petani peserta aksi long-march mulai menurun. Beberapa petani menderita demam tinggi dan sakit flu.

“Kondisi di jalan memang cukup berat. Para petani kelihatan sangat letih dan kecapekan. Sudah begitu, kondisi kesehatan mereka merosot karena kondisi cuaca di perjalanan,” ungkap Andi.

Aksi long-march sejauh 1000 km yang dilakukan oleh petani Jambi ini sudah memasuki hari ke-8. Mereka sudah menempuh jarak lebih dari 250-an kilometer, yakni dari kota Jambi ke Palembang.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Ferri Nur Febriyanto

    hanya bisa mendoakan, semoga perjuanganmu tak sia-sia Pahlawan.. amin