Long March Petani Jambi: Hujan Deras Tak Menyurutkan Semangat Petani

Hujan cukup deras yang mengguyur daerah Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, sore (14/12) tadi, tidak menghentikan langkah puluhan petani Jambi untuk melanjutkan aksinya.

Malahan, di sepanjang perjalanan, petani tetap bersemangat menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan lagu nasional. Spanduk dan bendera Partai Rakyat Demokratik (PRD) masih terus dibentangkan petani.

“Kita sudah bertekad, aksi kami harus mencapai tujuan akhirnya, yakni Istana Merdeka. Karena itu, berhadapan dengan rintangan apapun, kami akan terus melangkah maju,” kata Wondo, 38 tahun, seorang petani dari Dusun Kunangan Jaya II, Batanghari.

Wondo mengungkapkan, selama tiga hari melakukan aksi long march ini, dukungan rakyat di desa-desa yang dilalui cukup besar. Warga desa menyediakan tempat beristirahat dan makanan kepada petani Jambi.

“Solidaritas mereka (warga desa) cukup kuat. Mungkin karena kami sama-sama kaum tani. Di sini ada persamaan nasib.,” kata Wondo.

Menurut Wondo, di sejumlah desa yang dilalui, para petani juga mengalami problem serupa dengan petani Jambi, yakni konflik agraria. Umumnya, warga desa-desa yang dilalui itu mendukung dan bersimpati dengan perjuangan petani Jambi ini.

Menurut Ketua Umum STN, Yoris Sindhu Sunarjan, para petani baru melanjutkan kembali aksinya pada pukul 15.00 WIB tadi. Pagi hari tadi petani sibuk mengurus  kawan seperjuangannya, Purwanto, yang tertabrak kendaraan bermotor.

Purwanto sendiri masih menjalani perawatan di RSU Jambi. Sedangkan seorang peserta aksi lainnya, Yusran, petani yang jatuh pingsan karena sakit, sudah dipulangkan ke Jambi.

Hingga berita ini diturunkan, petani sedang beristirahat di Desa Tampang Baru, Kec. Bayung Lencir, Kabupaten Musi banyuasin, Sumatera Selatan. Mereka baru melanjutkan kembali aksinya besok pagi.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut