Long March Petani Jambi dan Mesuji Memasuki Pulau Jawa

Sekitar 74 peserta aksi long marchdari Jambi dan Mesuji-Lampung menginjakkan kaki di pelabuhan feri Merak, Banten, Sabtu (19/01) pagi tadi. Kedatangan mereka disambut oleh perwakilan Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD), sejumlah pengurus Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Provinsi Banten, serta Pengurus Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Aliza Gunado. Kata sambutan disampaikan oleh Ketua Umum KPP PRD Agus Jabo Priyono, dan disusul oleh Ketua DKR Provinsi Banten, Bung Argo.

Di hadapan peserta aksiAgus Jabo menyatakan bahwa aksi jalan kaki yang dilakukan oleh petani Jambi dan Mesuji ini merupakan langkah kepeloporan dalam perjuangan untuk keadilan agraria yang berangkat dari kasus yang dihadapi petani. “Selain kasus pertanahan di daerah saudara-saudara yang hendak diperjuangan, aksi ini sekaligus juga menyerukan penyelesaian seluruh masalah agraria di Tanah Air,”kata Agus Jabo yang disambut tepuk-sorak peserta aksi.

Sementara Bung Argo dari DKR provinsi Banten menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap perjuangan petani Jambi dan Mesuji.Dukungan ini dinyatakan dengan kesediaan sejumlah anggota DKR Banten untuk turut serta mengawal aksi jalan kaki sampai ke kota Serang. Selain itu anggota DKR Banten juga menangani perawatan dua peserta aksi yang mengalami gangguan kesehatan.

Termuda dan tertua

Salah satu hal yang istimewa dari para peserta aksi ini adalah rentang usia mereka. Di antara puluhan peserta aksi ini terdapat peserta termuda Kurnia Tauzib Wahid, asal Mesuji,yang berusia 15 tahun. Menurut ayahnya, Wagian, yang juga menjadi peserta aksi, Kurnia sempat bersekolah sampai kelas 3 SMP tapi terputus akibat ketiadaan biaya. “Karenanya saya ajak ikut serta agar punya pengalaman dan sekalian belajar dari organisasi,” kata Wagian.

Sedangkan peserta aksi tertua adalah Bapak Sidik, juga asal Mesuji, yang kini berusia 86 tahun. Sosoknya masih tegap dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan meski telah berjalan kaki sekitar 350 kilometer dan masih akan menempuh 120 kilometer menuju Jakarta. “Dalam barisan aksiPak Sidik selalu berjalan paling cepat di depan meninggalkan peserta lain yang lebih muda, dan ia juga selalu meminta penugasan untuk membawa bendera partai (PRD),” terang Gondo, aktivis STN dari Jambi.

Setelah beristirahat sekitar 30 menit di terminal pelabuhan, peserta aksi langsung melanjutkan perjalanan menuju tempat pemberhentian (selter) berikutnya di Cilegon. Pada kesempatan itu, sejumlah mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Selatan yang bersolidaritas mengantar peserta aksi menyeberangi selat Sunda berpamitan untuk kembali ke Lampung. Menurut rencana, hari ini peserta aksi akan singgah di daerah Pelabuhan Karangantu, Serang, dan bermalam di sana.

Dominggus

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut