Petani Blitar Gelar Mimbar Bebas Di Samping Alun-alun Ponorogo

Kondisi cuaca yang tidak menentu, yang kadang panas dan kadang hujan, tidak menghalangi 150-an petani Mataraman (sebutan bagi Blitar dan sekitarnya) untuk terus melanjutkan aksinya.

Pagi tadi, Minggu (13/1/2013), para petani melanjutkan aksinya dari kantor Kecamatan Jedis, Kabupaten Ponorogo, tempat mereka berisitrahat sebelumnya.

Memasuki hari ke-4, aksi jalan kaki 150-an petani Mataraman menuju Jakarta sudah memasuki wilayah Madiun.

“Hari ini kami sudah memasuki wilayah madiun. Dan kami disambut oleh petani Madiun dan teman-teman PRD Madiun,” kata Trianto, Koordinator FPPM.

Siang tadi, pukul 12.30, para petani menggelar mimbar bebas di depan Mesjid Jami, Kota Ponorogo, di samping Alun-alun Ponorogo. Mereka mengajak para petani lainnya untuk bisa bersatu bersama untuk menuntut hak atas tanah.  Selain itu, para petani juga menyampaikan agenda  perjuangan yang mereka lakukan, serta pembacaan pernyataan sikap politik terkait aksi yang dilakukan.

Disepanjang jalan yang dilintasi, sejumlah warga memberikan bantuan berupa kue, rokok, makanan, dan air mineral.

Menurut rencana, malam ini para petani akan menginap di kantor Kecamatan Taman, Kota Madiun, Kabupaten madiun.

Tuntutan Petani

Aksi Jalan kaki Petani Mataraman mengusung beberapa tuntutan:

Pertama, menagih janji Presiden SBY terkait redistribusi 8 juta hektar tanah untuk petani.

Kedua, menuntut pemerintahan SBY untuk segera menjalankan pasal 33 UUD 1945

Ketiga, menuntut pemerintah melaksanakan UU nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Para petani ini bernaung di bawah payung Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM). Selain itu, Trianto mengungkapkan, petani dari 11 kota/kabupaten juga direncanakan bergabung dengan aksi ini, diantaranya, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Nganjuk, Ponoro, Madiun, Ngawi, dan Pacitan.

Selain itu, sejumlah organisasi mahasiswa dan gerakan rakyat juga bergabung dalam aksi ini, seperti Front Mahasiswa Revolusioner (FMR), Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), dan Rakyat Tuntut Amanat Keadilan (Ratu Adil).

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut