Long March Petani Blitar Memasuki Solo

Sebanyak 150 orang petani dari Blitar, yang sedang menggelar aksi jalan kaki (long march) menuju Jakarta, sudah menginjakkan kaki di Solo, Jawa Tengah. Mereka memasuki Solo sekitar pukul 17.00 WIB.

Kedatangan petani Blitar tersebut langsung disambut oleh 20-an kader Partai Rakyat Demokratik (PRD) kota Solo. Mereka kemudian dibawa dan diistirahatkan di Sekber Konsorsium LSM Solo.

Menurut rencana, ratusan petani yang tergabung dalam Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM) ini akan bertemu dengan Walikota Solo, FX Rudi Hadyatmo, di kantor Balaikota Solo, besok (17/1).

Menurut Koordinator FPPM, Triyanto, kondisi para peserta aksi long-march masih sangat bersemangat. Di sepanjang jalan, petani menyanyikan lagu-lagu perjuangan nasional.

“Karena sudah 6 hari berjalan kaki, kondisi fisik petani memang agak menurun. Tetapi mereka tetap bersemangat untuk melangkahkan kaki hingga ke depan Istana Merdeka di Jakarta,” kata Triyanto.

Petani sendiri memulai aksinya tadi pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, dari kota Sragen, Jawa Tengah. Malam sebelumnya, petani Blitar ini menginap di kantor Forum Masyarakat Sragen.

Dalam perjalanan siang kemarin (15/1), ada dua orang petani jatuh pingsan, yakni Abu Amin (81 tahun) dan Rianto (65 tahun). Abu Amin menderita lemah jantung, sementara Rianto mengalami luka bengkak di bagian kakinya.

Keduanya merupakan petani dari desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Dan saat ini kedua petani tersebut sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Sarila Husada Sragen.

Menurut Triyanto, kedua petani itu tiba-tiba jatuh pingsan begitu peserta long-march mendekati Alun-Alun kota Sragen. Dengan demikian, peserta aksi long march yang tersisa tingga 148 orang petani.

Untuk diketahui, sebanyak 150-an petani Blitar, Jawa Timur, menggelar aksi long-march menuju Istana Negara di Jakarta untuk menagih janji Presiden SBY terkait distribusi lahan 9 juta hektar untuk petani.

Selain itu, petani menuntut pemerintahan SBY untuk segera menjalankan pasal 33 UUD 1945 dan UU nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Fajar Agustyono

    Tetap Semangat……
    Selamat Berjuang…

  • Fajar Agustyono

    Tetap Semangat……
    Selamat Berjuang…