LMND: Turunkan Harga Kebutuhan Pokok!

Pengurus Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mengkritik berbagai kebijakan pemerintahan Joko Widodo yang menyebabkan rakyat kesulitan mengakses kebutuhan pokoknya.

“Selama tiga tahun memimpin, pemerintahan ini sudah mencabut subsidi BBM, listrik dan gas elpiji. Juga melakukan liberalisasi impor pangan, seperti daging, beras dan kedelai,” kata Ketua Umum LMND Indrayani Razak dalam siaran pers, Selasa (16/1/2018).

Menurut dia, kebijakan tersebut membuat daya beli rakyat menurun, karena harga-harga barang tersebut melonjak naik mengikuti mekanisme pasar.

Pada gilirannya, lanjut dia, kebijakan tersebut menyebabkan jurang ketimpangan sosial semakin melebar antara yang kaya dan yang miskin.

“Kita mendesak Pak Jokowi untuk segera menghentikan kebijakan ekonomi neoliberal yang sangat pro-pasar,” tegasnya.

Selain itu, LMND juga mengeritik kebijakan pemerintah yang mengimpor 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand. Sebab, kebijakan tersebut kontradiktif dengan klaim swasembada pangan dan merugikan petani yang memasuki panen raya pada Februari 2018.

“Kalau beras-beras impor ini membanjir pasar-pasar Indonesia, harga jual gabah petani akan turun,” tutur Sekretaris Jenderal LMND, Muhamad Asrul.

Tidak hanya itu, Asrul mengingatkan, kebijakan liberalisasi impor juga memberi ruang kepada swasta untuk menguasai pasokan dan distribusi kebutuhan pokok.

“Kami mendesak pemerintahan Jokowi-JK menghentikan liberalisasi impor ini,” ujarnya.

Di akhir siaran persnya, LMND juga mendesak pemerintahan Jokowi-JK untuk kembali ke jalan Trisakti dan Nawacita sebagaimana janji kampanyenya dulu.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut