LMND Tuntut Nasionalisasi Blok Mahakam

LMND-nasionalisasi

Sedikitnya 70-an massa aksi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi massa di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jakarta, Senin (5/11/2012). Mereka mendesak pemerintah segera menasionalisasi blok Mahakam.

“Kontrak migas di blok Mahakam akan berakhir tahun 2017 mendatang. Seharusnya, kalau pemerintah punya keberpihakan pada kepentingan nasional, maka blok Mahakam segera dinasionalisasi untuk kepentingan rakyat,” ujar Ketua Umum LMND, Arif Fachruddin.

Menurutnya, jika pemerintah mengacu pada ketentuan pasal 33 UUD 1945, maka setiap pengelolaan migas di Indonesia harusnya dikuasai oleh negara. Dengan demikian, keuntungannya pun bisa dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.

Namun, Arif mengungkapkan, kelihatannya pemerintah lebih condong untuk melanjutkan kontrak migas blok Mahakam dengan Total E&P Indonesie. “Ini tercermin dari pernyataan Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM dan Kepala BP Migas,” katanya.

Arif mengingatkan, kalau kontrak Blok Mahakam tetap diteruskan dengan perusahaan asal Perancis tersebut, maka negara kehilangan potensi pemasukan kas negara sebesar 160 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1500 triliun.

Di samping itu, ujar Arif, penguasaan negara terhadap Blok Mahakam bisa menjadi pintu masuk bagi upaya memulihkan kontrol nasional terhadap kekayaan alam. Maklum, katanya, selama ini kekayaan alam nasional banyak dikangkangi oleh korporasi asing dan swasta nasional.

Terkait argumentasi Menteri ESDM Jero Wacik, bahwa Pertamina tak cukup modal untuk mengelola blok Mahakam, Arif Fachruddin dengan tegas mengatakan, “itu hanya alasan yang dibuat-buat oleh pemerintah.”

“Keterbatasan keuangan di tangan bukan masalah, sepanjang Pertamina memiliki underlying asset yang bisa menjamin kucuran kredit perbankan atau lembaga keuangan,” jelasnya.

Aksi massa LMND ini sempat diguyur hujan deras. Meski demikian, massa aksi tetap bersemangat meneriakkan yel-yel anti-imperialisme dan anti-neokolonialisme. Satu per  satu aktivis LMND juga menyampaikan orasi.

Massa aksi juga berusaha menyampaikan tuntutannya kepada pihak Menteri ESDM. Sayang, pintu pagar ESDM tertutup rapat dan dibarikade oleh aparat keamanan. Aksi dorong-dorongan pun sempat terjadi.

Dalam sikap politiknya, LMND juga menuntut pencabutan UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas, pembubaran BP-Migas, dan menyerukan pelaksanaan pasal 33 UUD 1945 sesuai cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.

Edi Susilo

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut