LMND Tuban Menggelar Aksi Solidaritas Untuk Rakyat Bima

Puluhan aktifis dari liga mahasiswa nasional untuk demokrasi (LMND) tuban melakukan aksi solidaritas untuk rakyat bima atas terjadinya tragedi pemembakan 24 desember dipelabuhan sape bima NTB.

Aksi yang dipimpin ketua eksekutif kota LMND Tuban Hendrik Kurniawan itu berjalan selama 1 jam. Dalam orasinya, Hendrik mengatakan, Polisi menjadi alat kekerasan terhadap rakyat oleh para penguasa dan imperialisme.

Dalam aksi yang diikuti oleh mahasiswa dari beberapa kampus ini sempat terjadi saling dorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian. Apalagi aksi tersebut sempat diwarnai dengan pembakaran poster dan aksi tabur bunga untuk memberikan penghormatan kepada pejuang demokrasi yang sudah menegakkan kebenaran dan harus meninggal oleh kebrutalan aparat di Pelabuhan Sape, Bima, NTB.

Dalam tuntutannya, LMND juga menuntut Pemerintah untuk segera membuat Panitia Nasional penyelesaian kasus agraria dan mengembalikan esensi pasal 33 sebagaimana yang terkandung dalam UUD 1945 serta menuntut Polda NTB dan Bupati Bima untuk mundur dan diadili sebagaimana mestinya. Untuk mengakhiri aksinya, LMND juga melakukan aksi lempar tomat di depan Polres Tuban sebagai bentuk kekecewaan terhadap represifitas yang dilakukan aparatur Negara.

HENDRIK/ NUR FITRIANA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut