LMND Tolak Liberalisasi Pendidikan

Sedikitnya 50-an mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi di depan kantor Kemenristekdikti, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2017), untuk mendesak pemerintah agar menghentikan liberalisasi pendidikan saat ini.

“Liberalisasi pendidikan, yang dilegalkan oleh UU nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, telah menyebabkan pendidikan sulit dijangkau oleh rakyat,” kata Ketua Umum LMND, Indrayani Abdul Razak.

Menurutnya, liberalisasi pendidikan dalam wujud otonomi perguruan tinggi telah melepaskan tanggung jawab negara dalam urusan pendidikan, termasuk dalam pembiayan.

“Biaya pendidikan semakin mahal, karena beban biaya pendidikan di perguruan tinggi Negeri mulai dibebankan mahasiswa lewat sistim UKT (Uang Kuliah Tunggal),” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, liberalisasi juga telah membuka pintu bagi masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia. Akibatnya tidak hanya menyingkirkan perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga memperparah segregasi dalam dunia pendidikan.

“Harusnya yang dibenahi adalah perguruan tinggi dalam negeri, mulai dari regulasi, fasilitas pengajaran, kualitas tenaga pengajar, metode pengajaran, hingga kurikulum,” terang alumnus Universitas Tadulako ini.

Dia menegaskan, untuk meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar) pendidikan tinggi, solusinya bukan dengan mengundang perguruan tinggi asing.

“Faktanya, kita sudah ada 4500-an perguruan tinggi di tanah air, tetapi APK tetap rendah. Penyebabnya, biaya pendidikan tinggi yang mahal,” terangnya.

Untuk itu, kata Indah, LMND mendesak agar pemerintah mengupayakan penurunan biaya pendidikan tinggi, agar bisa dijangkau oleh masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

“Unit cost-nya pendidikan kita ini tinggi sekali, karena tidak transfaran dan tidak melibatkan mahasiswa dalam penghitungannya,” paparnya.

Aksi yang berlangsung sekitar pukl 15.00 Wita ini sempat diwarnai kericuhan. Polisi sempat mendorong sejumlah peserta aksi karena dianggap mengganggu arus lalu-lintas.

Beberapa perwakilan LMND juga sempat diajak berdialog dengan pejabat Kemenristekdikti. Hanya saja, setelah berlangsung sekitar 1 jam, dialog tersebut tidak menghasilkan solusi yang memuaskan perwakilan mahasiswa.

“Tuntutan kita tidak mendapat solusi konkret,” kata Indrayani di hadapan peserta aksi, begitu keluar dari dialog dengan pejabat Kemenristekdikti.

Usai membacakan pernyataan sikap, massa aksi LMND ini meninggalkan kantor Kemenristekdikti.

Ade Kowareono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut