LMND Sulsel Kecam Penangkapan Aktivis Di Jatim

Puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Makassar menggelar aksi massa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Selatan, Kamis (18/4). Mereka mengecam penangkapan tiga aktivis Gerakan Rakyat Tolak APEC (Gertac) di Surabaya, Jawa Timur.

Puluhan aktivis LMND ini memulai aksinya dari depan Kampus Universitas 45 Makassar. Setelah berorasi sebentar, massa aksi pun bergerak menuju ke Mapolda Sulsel.

“Penangkapan tiga aktivis di Surabaya, Jawa Timur, adalah bentuk pembungkaman demokrasi. Ini merupakan bagian dari kriminalisasi aktivis yang kian marak akhir-akhir ini,” kata Riki, aktivis LMND Makassar sekaligus koordinator lapangan aksi ini.

Menurut Riki, alasan polisi menangkap ketiga aktivis, yakni membawa bambu runcing, tidak dapat dibenarkan. “Bambu yang runcing itu bukan disengaja. Selain itu, bambu itu bukan dimaksudkan untuk mencelakai orang lain. Jadi, tak ada alasan untuk melakukan penangkapan,” ujarnya.

Dalam aksinya, LMND Sulsel juga menyatakan penolakan terhadap pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Bagi aktivis LMND, keberadaan APEC sama sekali tidak menguntungkan Indonesia secara ekonomi dan politik.

Malahan, kata dia, ketika Indonesia bergabung dengan APEC, kedaulatan ekonomi dan politiknya tergadaikan. “APEC ini hanya alat imperialisme AS untuk memaksa negara kawasan Asia Pasifik untuk tunduk pada kepentingan ekonominya,” tegas Riki.

Untuk diketahu, pada hari Rabu (17/4), 200-an aktivis Gerakan Rakyat Tolak APEC (Gertac) menggelar aksi massa menentang pertemuan APEC di Surabaya, Jawa Timur. Namun, polisi menangkap tiga orang dalam aksi itu, yakni Slamet Sugianto (FNPBI), Joko Susanto (FNPBI), dan Nauval (LMND). Polisi beralasan, para aktivis tersebut membawa bambu runcing..

Firman

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut