LMND Samarinda Tuntut Nasionalisasi Blok Mahakam

Aksi massa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kalimantan Timur menuntut nasionalisasi Blok Mahakam

Sedikitnya 30-an orang aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Samarinda menggelar aksi massa di simpang empat Mal Lembuswana Samarinda, Rabu (13/3).

Dalam aksinya, LMND Samarinda menuntut pemerintah segera menasionalisasi blok Mahakam, yang kontraknya akan segera berakhir pada tahun 2017 mendatang.

“Sudah 50-an tahun blok Mahakam dijarah oleh perusahaan asing, yakni Total E&P Indonesie (Perancis) dan Inpex Corporation (Jepang). Sekarang saatnya Blok Mahakam digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujar Ketua LMND Samarinda, Muhamad Djamil.

Menurut Djamil, jika Blok Mahakam berhasil dinasionalisasi, maka negara akan mendapat keuntungan sekitar 160 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1500 triliun. “Keuntungan itu bisa dipakai untuk mendanai pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, dan lain-lain,” ujar Djamil.

Dalam aksinya, LMND Samarinda juga mendesak pencabutan UU nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas. Bagi aktivis LMND, UU migas tersebut telah melegalisasi praktek penjarahan sumber daya alam, khususnya migas, di Indonesia.

Dalam seruan politiknya, LMND Samarinda menuntut pemerintah segera kembali pada pasal 33 UUD 1945. “Seharusnya politik pengelolaan energi kita mengacu pada pasal 33 UUD 1945. Artinya, pengelolaan migas mestinya diprioritaskan pada perusahaan negara dan keuntungannya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” katanya.

Aksi massa LMND Kota Samarinda ini berlangsung sore hari, sekitar pukul 15.30 WITA. Sinar matahari cukup terik. Meski demikian, massa aksi tetap bersemangat mengikuti aksinya hingga selesai.

Agung Priambodo

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut