LMND NTT Tolak Agenda MEA 2015

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang membawa agenda liberalisasi ekonomi, dianggap akan merugikan kepentingan nasional. Termasuk di soal pendidikan.

Pernyataan tersebut disuarakan oleh 30-an aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Kupang saat menggelar aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kantor DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (4/5/2015).

“MEA yang mendorong agenda neoliberalisme akan menempatkan pendidikan sebagai instrumen elevasi sosial untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” kata koordinator aksi LMND Kupang, Welhelmus N. Mali.

Menurut Welhemus, kapitalisme neoliberal hanya menjadikan ilmu pengetahuan tak ubahnya jajaran angka-angka indeks prestasi untuk menunjang syarat terjun di dunia kerja yang semakin kompetitif dan liberal.

Ketika MEA di berlakukan, kata Welhemus, lembaga pendidikan asing akan semakin menjamur di Indonesia. Selain itu, orientasi pendidikan makin mengarah pada pasar tenaga kerja.

“Pasar tenaga kerja di dalam negeri akan dibanjiri oleh tenaga kerja asing, sehingga mempersengit persaingan dalam mendapatkan pekerjaan. Ini akan berdampak pada keluaran lembaga pendidikan di Indonesia,” kata Welhemus.

Karena itu, lanjutnya, LMND menolak pemberlakuan MEA 2015. Menurutnya, LMND hanya akan menyokong kerjasama regional yang berbasiskan kerjasama, solidaritas, dan kemanusiaan.

Selain mengeritik agenda MEA, aksi LMND Kupang juga mengeritik sistim pendidikan nasional saat ini. Menurut mereka, pendidikan nasional sekarang ini bukan lagi untuk memanusiakan manusia, melainkan melayani kebutuhan kapitalisme untuk menumpuk keuntungan dan menciptakan barisan tenaga kerja cadangan.

Aksi massa yang digelar oleh LMND Kupang ini disambut oleh perwakilan Komisi V DPRD Kupang yang membidangi soal pendidikan.

SAUL WELLEM MANIYENI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut