LMND Maluku: SBY-Budiono Harus Tanggung Jawab Atas Kekerasan Di Bima

Solidaritas Bima terus bermunculan di seantero nusantara. Di Maluku, puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi solidaritas. Mereka juga mengecam kekerasan polisi di pelabuhan Sape Bima.

Aktivis LMND ini menggelar aksi longmarch. Mereka memulai aksinya di taman Victoria dan kemudian bergerak ke Gong Perdamaian. Menariknya, di sepanjang perjalanan, sejumlah mahasiswa bergabung di barisan aksi.

“Kejadian di Bima menginjak-injak nilai-nilai kemanusiaan. Dengan alasan apapun, pihak kepolisian tidak dibenarkan menembak rakyat sendiri. Itu jelas bertentangan dengan semangat Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, LMND Maluku menganggap kejadian di Bima sebagai buah dari kebijakan neoliberal SBY-Budiono. “Karena rejim berkuasa sangat pro-modal asing, maka hak-hak rakyat pun tidak terlindungi,” ujar Hamzah Hasan, sekretaris LMND Maluku.

Kejadian di Bima itu, kata Hamzah, menunjukkan bagaimana rejim setempat menolak melindungi kepemilikan rakyat atas tanah dan sumber penghidupan lainnya. Sebaliknya, pemerintah setempat memihak pemilik modal.

Mahasiswa menggelar aksinya selama beberapa jam di Gong Perdamaian Maluku. Setelah merasa cukup berorasi, massa aksi pun membubarkan diri.

ERNESTO GAFARUDDIN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut