LMND Makassar Tolak UU Pendidikan Tinggi

Meski sudah disahkan oleh DPR pada 13 Juli 2012 lalu, perlawanan terhadap Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT) terus berlanjut. Salah satunya berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/7/2012).

Aksi massa tersebut digelar oleh puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Menurut mereka, UU PT merupakan legalisasi terhadap praktek neoliberalisme di sektor pendidikan.

“UU PT ini mengesahkan pendidikan diserahkan pada mekanisme pasar. Bayangkan, layanan dasar rakyat diserahkan pada mekanisme pasar. Ini bertentangan dengan konstitusi,” kata Ketua LMND Makassar, Jens B Marewa, saat menggelar orasinya di bawah jembatan fly-over Makassar.

Menurut Jens, banyak sekali ketentuan bermasalah di dalam UU PT itu. Ada ketentuan tentang status perguruan tinggi sebagai  Badan Hukum Milik Negara (BHMN). “Ini sudah jelas mengarah pada komersialisasi pendidikan,” katanya.

Selain itu, kata Jens, ada ketentuan tentang  sistem student loan, yaitu pinjaman tanpa bunga bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi. Bagi Jens, ini sama saja dengan memaksa mahasiswa “berutang”.

“Tugas negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi, negara tak semestinya memaksa anak bangsa berutang,” tegas Jens dalam orasinya.

Persoalan lain yang disorot oleh LMND Makassar adalah soal internasionalisasi. Bagi mereka, internasionalisasi akan membuka pintu bagi perguruan tinggi asing. “Kehadiran PT asing tentu dalam kerangka mencari keuntungan. Biaya pendidikan akan sangat mahal dan belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia,” katanya.

Dalam aksi tersebut, LMND Makassar mengajak seluruh rakyat melakukan perlawanan terhadap UU ini. Selain itu, LMND menyerukan agar sistim pendidikan nasional dikembalikan sesuai dengan cita-cita pembukaan UUD 1945.

Laporan: Qadlie F Sulaiman

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut