LMND Makassar Tolak Liberalisasi Sektor Pendidikan

Puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Makassar menyatakan penolakannya terhadap agenda liberalisasi di sektor pendidikan.

Penolakan tersebut disuarakan dalam aksi massa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di bawah jembatan Fly Over Makassar, Jumat (2/5/2013).

Massa aksi LMND ini memulai aksinya dari depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Kemudian, menjelag siang, mereka bergerak menuju ke jembatan Fly-over.

Menurut Ketua LMND Kota Makassar, Muhamad Asrul, pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap warga negara yang seharusnya menjadi tanggung-jawab negara. Karena itu, ia menolak jika penyelenggaraan pendidikan diserahkan kepada mekanisme pasar.

“Pembukaan UUD 1945 sudah tegas menyatakan bahwa salah satu tujuan kita berbangsa adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya, negara harus berperan besar dalam menyediakan akses pendidikan kepada seluruh rakyatnya,” ujarnya.

Asrul menjelaskan, jika sektor pendidikan diserahkan pada mekanisme pasar, maka ia akan menjadi barang-dagangan yang diperjual-belikan. Alhasil, kata dia, hanya orang kaya dan punya daya beli-lah yang bisa mengakses pendidikan.

Dalam banyak kasus, ungkapnya, pendidikan yang dikendalikan oleh mekanisme pasar ini hanya memprioritaskan penggalian keuntungan ketimbang pencerdasan bangsa.

“Di bawah mekanisme pasar, biaya pendidikan makin mahal. Tak hanya itu, kualitas dan layanan pendidikan disesuaikan dengan daya beli setiap orang. Akibatnya, anak-anak kaum miskin sulit mengakses pendidikan berkualitas,” terangnya.

Dalam aksi massa yang diguyur hujan deras ini LMND menyerukan agar pemerintah melaksanakan pasal 33 UUD 1945 sebagai basis menyelenggarakan pendidikan nasional yang gratis, demokratis, dan berkualitas.

“Kekayaan alam harus dikelola oleh negara dan diprioritaskan untuk pembangunan manusia Indonesia. Salah satunya melalui investasi sosial di sektor pendidikan,” ujarnya.

Mengakhiri aksinya, puluhan aktivis LMND ini menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

Enal Mappatoba

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut