LMND Lampung Serukan Rakyat Hentikan Rejim SBY-Budiono

Sekitar 50an aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Bandar Lampung melakukan aksi jalan mundur sebagai simbol pernyataan sikap mereka bahwa Rezim SBY-Boediono sudah tidak layak lagi memimpin negeri ini. Aksi longmarch kali ini dimulai dari Masjid At Taqwa hingga Bundaran Tugu Adipura Bandar Lampung.

Seperti diungkapkan Nyoman Adi selaku Korlap aksi, bahwa ini adalah aksi pertama di Lampung yang menyuarakan sikap tegas kepada Rezim SBY-Boediono yang selama 7 tahun lebih berkuasa di Negara ini tak pernah menunjukkan itikad baiknya untuk menjawab berbagai permasalahan pokok rakyat Indonesia.

Sebaliknya, menurut Nyoman, Rezim SBY dinilai hanya mampu menjejali rakyat dengan kata-kata bijak yang sangat memprihatinkan tanpa diimbangi dengan tindakan nyata.

Ditambahkan, tak dapat disangkal lagi saat ini tekad rakyat Indonesia sudah bulat untuk menghentikan kekuasaan Rezim Pembohong SBY-Boediono yang pro kepada imperialisme, dan menggantikannya dengan sebuah pemerintahan nasional yang mandiri dan berdaulat.

Sedangkan Isnan Subkhi, Ketua LMND Lampung menegaskan bahwa sejak awal Rezim ini sudah sangat tegas menampakkan keberpihakannya untuk menghamba kepada kepentingan Kapitalisme Neoliberal.

“selama kekuasaan SBY-Budiono, negeri dan bangsa ini bukan hanya terpuruk melainkan hancur berkeping-keping dilindas oleh penjajahan gaya baru ini,” katanya dengan suara lantang.

Ia juga menyatakan bahwa aksi serupa akan terus dimassifkan ditengah-tengah masyarakat untuk mendorong maju kesadaran rakyat akan sudah saatnya Rezim Pembohong ini ditumbangkan oleh tangan rakyatnya sendiri.

Aksi longmarch simbolik yang berlangsung tertib dan hanya menimbulkan sedikit kemacetan ini dimulai pukul 09.30 -11.30 WIB dan diakhiri dengan pembacaan puisi seniman Wiji Thukul berjudul “Peringatan !” oleh Monik, seniman Kampus Unila.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut