LMND Kota Kupang: Hindari Provokasi Konflik Agama, Bangun Persatuan Nasional Anti-Imperialisme

“Tantangan perjuangan ke depan adalah provokasi konflik berbasis isu SARA. Akhir-akhir ini media massa memberitakan beberapa kejadian konflik di daerah lain. Seolah-olah itu adalah konflik berbasis isu perbedaan agama antara kelompok-kelompok beragama. Kita telah belajar banyak tentang ini, dan tahu dengan pasti kalau itu bukanlah konflik antara kelompok masyarakat. Itu adalah upaya provokasi yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang mencoba mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan yang sebenarnya terjadi di negeri ini, yaitu persoalan kemiskinan dan ketertindasan rakyat akibat haluan ekonomi neoliberal yang dijalankan pemerintahan Yudhoyono.”

Hal di atas dikatakan Josef Kasimo dalam kata sambutannya setelah terpilih sebagai ketua Eksekutif Kota Kupang Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dalam konferensi luar biasa LMND Kota Kupang yang digelar selama 22-23 Februari lalu.

Lebih lanjut, Josef Kasimo mengatakan, yang perlu kita lakukan untuk melawan isu itu, untuk menghindari masyarakat terjebak dalam provokasi itu, adalah terus meluaskan persatuan di antara elemen-elemen yang kritis terhadap neoliberalisme, yang termasuk di dalamnya adalah para pimpinan agama yang progresif dan ormas-ormas keagamaan yang selama ini telah bersama-sama kita meneriakan perlawanan terhadap neoliberalisme dari pelosok nusantara, dari kota tercinta ini.”

KLB tersebut dilaksanakan untuk mengganti anggota eksekutif Kota Kupang setelah ketua sebelumnya, Kristoforus A. Seno terpilih sebagai Ketua Ekskutif Wilayah LMND NTT. Seno menggantikan Are D. Peskim yang telah mendapat penugasan baru sebagai Koordinator Departemen Internasional pada Eksekutif Nasional LMND di Jakarta.

Sebanyak 16 orang perwakilan dari Komisariat Undana, Komisariat Unwira, Komisariat Politani, Karateker Komisariat PGRI, Karateker Komisariat STIKES-Maranata, Karateker Komisariat Unkris, dan Karateker Komisariat STIKOM Ulylindo hadir dalam konferensi tersebut.

Selain Kasimo, KLB juga memilih anggota eksekutif kota lainnya, yaitu Yovianus Mado Toulwala (Sekretaris), Hironimus Kedang (Koordinator Departemen Pendidikan dan Kaderisasi), Petronela Letek Kumanireng (Depertemen Koran dan Bacaan), Tito Sarmento (Departemen Hukum dan Advokasi Rakyat), Maria Th. R. Seno (Departemen Dana dan Badan Usaha).

Selain memilih jajaran eksekutif kota yang baru, KLB LMND Kota Kupang juga menghasilkan keputusan tentang tanggungjawab membantu pembangunan organisasi rakyat, terutama sektor rakyat miskin kota. Karena itu, KLB memutuskan deployment permanen Willy, anggota LMND Komisariat Unkris untuk membantu kerja-kerja pengorganisiran pada Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK) Kota Kupang.

Kepada Berdikari online, Willy mengatakan, ia telah mengusulkan dalam pembahasan program pengorganisiran rakyat, KLB secara konkrit memutuskan kawan yang akan dideploy (dipindah tugaskan) ke sektor rakyat. Ia pun mencalonkan diri untuk pindah permanen ke Serikat Rakyat Miskin Indonesia. “Saya ingin membangun dan memperluas gerakan ke sector pemuda rakyat agar lebih matang dalam menghadapi persoalan bangsa. Saya ingin fokus mengorganisir para pemuda nelayan miskin di Kota Kupang yang selama ini paling terpinggirkan oleh berbagai kebijakan pembangunan pemerintah,” kata Willy menjelaskan alasannya.

Selamat berjuang para pemuda progresif!***

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags:
  • Berdikari Online makin OK, Semoga tambah Sukses.