LMND: Keluar dari WTO atau Indonesia Tinggal Sejarah

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) mendatangi kantor Kementrian Perdagangan di jalan Ridwan Rais nomor 5 Jakarta Pusat. Aksi ini merupakan satu bagian dari aksi serentak yang dilakukan oleh LMND yang di lakukan di 23 Wilayah dan 35 kota kabupaten di Indonesia.

Dalam Orasinya Ketua Umum Eksekutif Nasional LMND Arif Fahrudin Achmad mengatakan bahwa LMND ingin dunia tanpa WTO dan mendesak Indonesia keluar dari WTO. “Tidak peduli apakah dilakukan reformasi dalam WTO atau mengubah perjanjian yang ada di dalamnya, WTO tidak akan pernah menjadi organisasi yang adil akibat sifat dasarnya yang dibangun atas prinsip-prinsip perdagangan bebas, pertumbuhan tanpa batas dan eksploitasi manusia dan alam,” katanya.

Arif menambahkan, watak WTO juga tidak akan berubah dengan mengubah kepemimpinan didalamnya. Bahkan, kata dia, dengan pemilihan Direktur Jenderal yang baru terpilih, kesejahteraan rakyat tidak akan pernah tercapai melalui sistem perdagangan bebas yang didorongkan oleh WTO.

Arif menyerukan kepada bangsa Indonesia agar kembali pada Filosofi dasar Pancasila dan UUD 1945 hasil Proklamasi 17 Agustus 1945, yang didalamnya terkandung langkah besar membawa Indonesia menjadi segara berdaulat, adil dan makmur, sebagaimana termaktub dalam pasal 33 UUD 1945.

Selain melakukan orasi politik, di tengah tengah aksi juga tampak para aktivis LMND melakukan teatrikal yang menggambarkan kejahatan WTO bagi rakyat Indonesia. Mereka juga menyanyikan lagu lagu perjuangan. Akhirnya aksi ini ditutup dengan menggaungkan bersama sama teriakan bahwa sudah saatnya Indonesia keluar dari WTO dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Edi Susilo

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut