LMND Jawa Tengah Tolak Pertemuan WTO

Rencana Pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang direncanakan berlangsung di Bali pada awal Desember mendatang, terus mendapatkan penolakan.

Di Semarang, Jawa Tengah, sedikitnya 70-an massa aksi dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Gerak Lawan menggelar aksi massa menolak pertemuan WTO di Bali.

“WTO hanyalah perpanjangan tangan dari imperialisme untuk menguasai sumber daya alam di negara dunia ketiga, termasuk Indonesia,” ujar koordinator aksi, Sumarjono, Selasa (26/11/2013).

Menurut Sumarjono, acara Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO di Bali hanya akan menjadi ajang bagi negara-negara imperialis untuk memaksakan liberalisasi perdagangan kepada negara-negara dunia ketiga.

“Di sektor pertanian, misalnya, anggota WTO akan dipaksa menghapuskan subsidi pertanian dan membuka pintu seluas-luasnya bagi impor,” ungkapnya.

Sumarjono menilai, keanggotan Indonesia di organisasi perdagangan dunia tersebut sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi mayoritas rakyat Indonesia. Yang terjadi, kata Sumarjono, pihak asing terus mendominasi perekonomian nasional.

Ia juga menambahkan, keanggotaan Indonesia di dalam WTO bertentangan dengan cita-cita para pendiri bangsa. Baginya, cita-cita para pendiri bangsa sudah termaktub dalam pasal 33 UUD 1945, yang secara tegas menentang liberalisme dan imperialisme.

Aksi massa LMND ini dimulai dari Taman Makam Pahlawan kota Semarang dan kemudian berjalan kaki menuju ke kantor Gubernur Jawa Tengah. Di kantor Gubernur massa aksi menggelar mimbar bebas berisi kecaman terhadap keanggotaan Indonesia di WTO.

Dalam aksinya, selain membawa spanduk berisi tuntutan, massa aksi juga membawa huruf bertuliskan “STOP WTO”. Mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan rakyat di negeri dunia ketiga terjerat oleh agenda imperialisme melalui WTO.

Di kantor Gubernur, massa aksi ditemui oleh Staff Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Pemprov Jateng. Perwakilan Gubernur Jateng ini menyatakan agenda memperjuangkan pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan konstitusional ekonomi nasional.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut