LMND Jatim: Perjuangkan Pendidikan Gratis Dan Berkualitas

Sedikitnya 50-an mahasiswa berkumpul di Surabaya, kemarin (5/1/12). Mereka merupakan perwakilan dari 8 kota di Jawa Timur, seperti Tuban, Surabaya, Lamongan, Bojonegoro, Madiun, Blitar, Jember, dan Malang.

Para mahasiswa itu adalah anggota Liga Mahasiswa Nasiona untuk Demokrasi (LMND). Mereka sedang menggelar konferensi wilayah. Beberapa agenda, khususnya soal ideologi, politik, dan organisasi, dibahas di pertemuan itu.

Salah satu tema yang menguat dalam pertemuan dua hari itu adalah perjuangan mewujudkan pendidikan gratis. Menurut aktivis LMND, tugas memperjuangkan pendidikan gratis adalah amanat pembukaan UUD 1945: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Moelyadi, salah seorang aktivis LMND, mengungkapkan, jika hendak mencerdaskan kehidupan bangsa, maka seluruh rakyat harus terpastikan bisa mengakses pendidikan di seluruh jenjang. Dan hal itu hanya tercapai jika pendidikan bisa digratiskan.

Akan tetapi, seperti diakui Moelyadi, perjuangan untuk pendidikan gratis tidak mudah. Apalagi, sekarang ini dunia pendidikan berhadapan dengan agenda neoliberal untuk mengkomersialkan layanan pendidikan.

“Di mata kapitalisme, pendidikan disamakan dengan komoditi. Nantinya akan diperdagangkan melalaui mekanisme pasar. Dan, nantinya, hanya orang-orang berduit yang bisa membeli alias mengakses pendidikan,” ujar Moelyadi.

Umar Ansori, aktivis LMND lainnya, menyoroti fenomena privatisasi pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Setelah agenda UU BHP mengalami kegagalan, sekarang rejim neoliberal berusaha menyiapkan RUU Perguruan Tinggi.

“Semangat RUU PT sama persis dengan UU BHP. Ini hanya jubahnya saja yang berubah, tetapi tujuannya tetap sama. Mereka ingin memprivatisasi pendidikan tinggi,” tegasnya.

Menurut Umar, agenda privatisasi sangat berlawanan dengan konstitusi. Katanya, semangat konstitusi adalah mencerdaskan seluruh rakyat, sedangkan agenda privatisasi hanya akan melahirkan segmentasi dan diskriminasi.

Karena itu, dalam pertemuan itu diputuskan bahwa LMND akan berdiri di garda depan dalam melawan agenda privatisasi pendidikan. LMND juga akan terus mengkampanyekan pendidikan gratis dan berkualitas.

Gerakan Pasal 33 UUD 1945

Dalam konferensi itu, tercetus pertanyaan: “bagaimana mewujudkan pendidikan gratis dan berkualitas itu?”

Menurut Moelyadi, pendidikan gratis dan berkualitas akan terlaksana jika negara mau menjalankan pasal 33 UUD 1945.

“Pendidikan gratis dan berkualitas butuh anggaran. Itu hanya mungkin jikalau negara bisa mengelola sumber daya ekonomi dengan baik,” kata Moelyadi.

Indonesia punya kekayaan tambang yang cukup besar. Tapi, karena negara tidak berdaulat dalam mengontrol pengelolaan tambang, maka miliaran dollar keuntungan sektor ini terus mengalir keluar negeri.

“Bayangkan jika  negara berdaulat dan bisa memaksimalkan keuntungan dari sektor itu. Bukan cuma pendidikan yang bisa didanai, tapi sektor kesehatan, perumahan, dan jaminan sosial pun bisa tertangani,” ungkapnya.

Karena itu, LMND juga akan terus menggelorakan Gerakan Pasal 33 UUD 1945 bersama dengan gerakan progressif yang lain.

Pengorganisiran rakyat

LMND Jatim sendiri akan terlibat dalam pengorganisiran dan pengadvokasian persoalan rakyat. LMND punya program untuk mengirim kader-kadernya live in di basis-basis rakyat.

Selain itu, LMND juga akan bekerjasama dengan organisasi rakyat lainnya dalam memperluas sanggar belajar bagi anak-anak kaum miskin. Selama ini, untuk kota Surabaya, LMND berpartisipasi dalam menyediakan tenaga pengajar untuk sanggar belajar rakyat miskin.

*****

Konferensi LMND Jatim ini juga menghasilkan kepengurusan baru: Moelyadi (Ketua), Umar Ansori (Sekretaris), Priyok Rokadam (Bendahara), dan Arnold Yoseph Payong Lamak (perluasan organisasi).

Konferwil LMND Jatim juga mengamanatkan perlunya penguatan ideologi kader melalui aktivitas perjuangan dan kaderisasi yang terencana. Di aspek organisasi, LMND akan menyusun agenda kerja secara terencana dan terjadwal.

Konferensi berlangsung selama dua hari: 4 dan 5 Janaruari 2012. Acara konferensi Wilayah ini mengambil tempat di penginapan remaja Widya Kartika Surabaya.

KAMARUDDIN KOTO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • GELIAT KAUM MISKIN

    terus berjuang, tak ada kata surut !