LMND dan PDAM Ende Distribusikan Air Gratis untuk Rakyat

Aksi massa memperingati Sumpah Pemuda di Ende, Nusa Tenggara Timur, membuahkah kemenangan kecil. Tuntutan darurat aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) terkait penyediaan air bersih disetujui oleh pemerintah Kabupaten.

Mulai hari ini, Sabtu (29/10), LMND terlibat di dalam distribusi air gratis untuk rakyat di Kota Ende. ‘Tuntutan rakyat telah langsung direspon oleh Pemkab Ende dengan mengerahkan tiga unit mobil tanki untuk mendistribusikan air secara gratis kepada rakyat di wilayah-wilayah sulit air di Ende. Program ini akan terus berlangsung hingga pelayanan air perpipaan PDAM kembali normal. LMND dilibatkan untuk mengawasi dan mengevaluasi program tanggap darurat ini,” demikian penjelasan Yohanes B. Loy, Ketua LMND Kota Ende.

Dalam pantauan Berdikari Online, rakyat Kota Ende tampak gembira menyambut program ini. Rakyat, terutama kaum ibu, berduyun-duyun mendatangi titik-titik distribusi di sepanjang jalan yang dilalui mobil tangki PDAM. Mereka membawa ember, jerigen, dan berbagai peralatan dapur yang bisa digunakan menampung air.

Di setiap mobil tanki pembawa air tampak LMND berkibar. Ada juga lima anggot LMND yang turut mengawal mobil tangki dan sekaligus membantu distribusi air. Selain turut mengatur antrian, para aktivis muda itu tampak memanfaatkan kesempatan untuk berbicara kepada rakyat. “Hal ini membuktikan bahwa rakyat akan mendapatkan hak-hak-nya jika mau berjuang bersama, “ kata Yohanes Loy kepada masyarakat yang mengantri.

Menurut Loy, program ini juga merupakan pintu masuk untuk menjelaskan kepada rakyat pentingnya perjuangan menuntut pemanfaatan bumi, air, dan kekayaan alam untuk kepentingan masyarakat luas. Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 tidak sebatas pada bagaimana kekayaan alam digunakan untuk mensejahterakan rakyat, tetapi dalam arti lebih luas juga bagaimana hasil pajak rakyat dikembalikan dalam bentuk pelayanan publik.

Zulfikar, anggota LMND yang terlibat mengawal distribusi air kepada rakyat, mengaku sangat senang meskipun kelelahan karena pembagian air berlangsung sejak jam 7 pagi hingga 17.00 sore. Ia merasa senang karena melihat kegembiraan rakyat.

Menurut Zulfikar, Pemkab Ende perlu mengoperasikan lebih banyak mobil tanki air. Tiga tanki yang dioperasikan di dalam program ini terlalu sedikit menjangkau luasnya wilayah dan banyaknya penduduk yang kesulitan air bersih.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut