LMND Buton Kumpulkan Koin Untuk SBY

Gerakan “Koin Untuk Presiden” terus berlanjut diberbagai daerah, termasuk yang dilakukan di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Sejumlah massa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kemudian mendatangi kantor DPC Partai Demokrat Kota Baubau, untuk menyerahkan uang “Koin untuk SBY” sejumlah 123.300 rupiah.

Brigade Polisi dari Kesatuan Dalmas bersenjata lengkap dan kesatuan Intelkam dipasang di sekitar puluhan orang untuk melakukan pengawalan ketat terhadap massa aksi massa yang berencana melakukan long march dari kampus menuju kantor Partai Demokrat.

Mahasiswa memulai gerakannya di dua kampus, yaitu Universitas Muhammadiyah dan Akademi Komputer Milan Dharma Buton, untuk mengajak partisipasi luas mahasiswa dalam gerakan ini. Beberapa saat kemudian, setelah massa mulai berkumpul, demonstrasi bergerak menuju ke jalanan dan kemudian menuju ke titik nol Bundaran Tugu Kirap.

Sepanjang rute aksi tersebut, Kordinator Lapangan, Ardy, mengajak massa untuk menyanyikan lagu-lagu perjuangan, sambil membagi-bagikan selebaran ke masyarakat pengguna jalan. Massa juga mengedarkan kotak sumbangan yang bertuliskan “Koin untuk SBY”, dan banyak dari pengguna jalan berpartisipasi memasukkan uang koinnya.

Dedy Ferianto, Ketua LMND Kota Baubau menyatakan bahwa rakyat sudah lama dipaksa hidup hemat dengan berbagai kebijakan pencabutan subsidi dan pengetatan anggaran, tetapi sekarang Presiden SBY meminta kenaikan gaji.

“Rakyat dipaksa hidup susah, sedangkan presiden ingin hidup dengan gaji besar. Ini sangat tidak adil dan peka dengan persoalan rakyat,” kata Dedy.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.10 WIB, massa bergerak lagi menuju Pasar Karya Nugraha, Baubau, tempat dimana banyak massa berkumpul. Warga dan pedagang pun ikut menonton acara tersebut, dan sesekali memasukkan koin ke dalam kotak.

Ketua PRD Sulawesi Tenggara, Badaruddin, menegaskan bahwa gaji Presiden SBY sekarang sudah sangat tinggi, yaitu Rp64 juta dan dana taktis sebesar Rp2 milyar, dan termasuk tertinggi di dunia. “Gaji Presiden SBY mengalahkan gaji Presiden India dan Tiongkok. Padahal, kedua negara itu lebih maju ketimbang Indonesia.”

Setelah menggelar orasi dan mengumpulkan koin, massa kemudian mengarahkan aksinya ke kantor Partai Demokrat. Selain membacakan pernyataan sikap, mahasiswa juga menyerahkan uang koin yang berhasil dikumpulkan.

“Koin ini merupakan sindiran terhadap curhat SBY yang meminta kenaikan gaji. Sekarang ini, bukan SBY yang mendesak dinaikkan gajinya, melainkan mayoritas rakyat Indonesia,” tegas koordinator aksi ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • ”saya spakat dengan apa menjadi tuntutan LMND dari berbagai Kota di Indonesia… namun SBY meminta untuk kenaikan gaji tidak sama dengan kinerjanya sebagai Presiden,,, To…! masih Banyak Kasus-kasus Korupsi Belum terselasikan pada masa Jabatannya ini… Apa lagi dengan Kasus CENTURY… hingga sekarang ini Belum ada Kejelasan apa-apa… pada Hal SBY adalah Biang Keroknya dengan KAsus CENTURY