Lima Petani Pulau Padang Aksi Jahit Mulut

Lima orang petani Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, menggelar aksi jahit mulut di kantor DPRD Riau, Selasa, 1 November 2011. Mereka menuntut pencabutan SK Menteri Kehutanan Nomor 327 tahun 2009.

Kelima petani yang menggelar aksi jahit mulut adalah Muh. Riduan, Khusaini, Muh. Sohim,  Syafridin, Sulatra. Ketika aksi baru dimulai, kelima aktivis petani ini berbaring dan menahan sakit saat dijahit mulutnya.

“SK Tersebut telah melegitimasi pemberian ijin HTI kepada PT. RAPP untuk merusak kehidupan rakyat di Pulau Padang,” kata Sutarno, sekretaris Serikat Tani Riau (STR) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menurut Sutarno, keberadaan PT. RAPP di pulau padang berpotensi melahirkan perampasan tanah rakyat dan pengrusakan lingkungan. Bahkan, dengan struktur tanah bergambut, kehadiran perusahaan kertas itu bisa menenggelamkan pulau berpenduduk 45 ribu jiwa itu.

Aksi jahit mulut ini sendiri merupakan upaya terakhir para petani untuk memaksa pemerintah segera turun tangan menghentikan operasional PT. RAPP. “Kami sudah beratus-ratus kali menggelar aksi massa. Bahkan pernah ke Jakarta dan bertemu langsung dengan Menhut. Tetapi, mereka semua seperti tuli dengan tuntutan kami,” ujar Sutarno.

Bahkan, sehari menjelang aksi jahit mulut, para petani Pulau Padang masih sempat berusaha bertemu dengan DPRD Riau. Akan tetapi, pertemuan itu hanya menghasilkan janji-janji politik kosong.

“Pertemuan seperti kelihatan sia-sia, saat pertemaun diberi angin segar, tetapi realisasi di lapangan tidak pernah ada,” ujar Mukhti, salah seorang aktivis petani.

Menurut rencana, aksi jahit mulut ini akan berlangsung hingga pemerintah merespon tuntutan masyarakat. “Kami akan jahit mulut sampai tuntutan kami didengar. Jika tidak, para petani rela berkorban,” ujar Riduan, ketua KPD STR Kepulauan Meranti, sesaat sebelum mengikuti aksi jahit mulut ini.

Bahkan, peserta aksi jahit mulut ini akan bertambah setiap hari. Besok, dua orang petani dipastikan akan terlibat aksi. Kemudian lusanya ada tiga petani yang akan bergabung dalam aksi jahit mulut ini.

Selain itu, dalam keadaan mulut terjahit, para aktivis juga memperlihatkan KTP masing-masing kepada media massa dan masyarakat umum. “Ini untuk menunjukkan kepada Menhut bahwa rakyat pulau padang adalah resmi dan diakui negara,” ujar Sekjend STR, Desri Kurnia, kepada para wartawan.

Sebelumnya, ketika menerima delegasi petani pulau Padang di Jakarta, Menhut Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pulau padang adalah pulau kosong. Hal itu mengundang kemarahan warga pulau berpenghuni 45 ribu jiwa itu.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut