Lewat Panggung Rakyat, Posko Menangkan Pancasila Suarakan Koreksi Terhadap Kebijakan Pemerintah

Sedikitnya 700-an yang tergabung dalam Posko Nasional Menangkan Pancasila menggelar “Panggung Rakyat” di Taman Pandang Istana, yang terletak di depan Istana Negara, Jumat (27/4/2018) sore.

Selain menampilkan pertunjukan budaya, seperti pembacaan puisi, teater, lenong betawi, dan senam massal, Panggung Rakyat ini juga menyuguhkan kritik yang bersifat korektif terhadap beberapa kebijakan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

“Melalui Panggung Rakyat ini, kami ingin mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK agar lebih fokus menyelesaikan persoalan ketimpangan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan dasar rakyat,” kata Koordinator Posko Nasional Menangkan Pancasila, Ahmad Rifai, di sela-sela kegiatan tersebut.

Dia menjelaskan, hingga memasuki tahun keempat masa pemerintahannya, Jokowi-JK belum memperlihatkan kemajuan signifikan dalam mengatasi persoalan ketimpangan ekonomi, terutama penguasaan aset di tangan segelintir orang.

“Sekarang ini, satu persen penduduk menguasai hampir 49 persen aset kekayaan nasional. Ini tentu bertentangan dengan semangat keadilan sosial dari Pancasila,” jelasnya.

Disamping itu, lanjut Rifai, pemerintah juga belum berhasil mengendalikan harga kebutuhan dasar rakyat, terutama kebutuhan pokok jenis pangan.

“Kendati sudah ada impor beras 500 ribu ton, tetapi harga beras di pasaran masih jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. Apalagi sudah mendekati bulan Ramadhan dan Lebaran,” ungkapnya.

Rifai mengatakan, kelemahan Negara dalam mengatur urusan pangan pangan, mulai dari persoalan pasokan di hulu hingga rantai distribusi dan harga jual di pasaran, berkontribusi besar terhadap kenaikan harga pangan.

Karena itu, pemerintah dituntut untuk memperbaiki produksi pangan, rantai distrubusi, hingga tata-niaga pangan. Selain itu, pemerintah juga didesak untuk menuntaskan reforma agraria melalui redistribusi tanah kepada petani gurem dan petani tak bertanah.

“Reforma agraria itu esensinya menciptakan keadilan agraria. Jadi, yang didahulukan mestinya redistribusi aset, baru sertifikasi. Bukan sekedar sertifikasi seperti sekarang, tanpa redistribusi aset yang signifikan,” kata Rifai.

Acara Panggung Rakyat yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu dibuka dengan pembacaan teks Pancasila oleh siswa-siswi PAUD Kembangan Jakarta Utara.

Kemudian ada pembacaan puisi berjudul “Dengarkan Aku” oleh Mety Esye dan pentas Punawakan oleh paguyuban terminal B se-DKI Jakarta.

Selain itu, ada juga pementasan Lenong Betawi berjudul “Fatimeh Jawara Terminal” oleh teater Karat Jakarta.

Acara ini kemudian diakhiri dengan senam massal oleh ibu-ibu dari rusun Marunda dan Jelambar.

Panggung Rakyat ini merupakan acara ketiga yang digelar oleh Posko Nasional Menangkan Pancasila dalam sejak akhir Januari 2018 lalu. Dua kegiatan sebelumnya berbentuk Parade Menangkan Pancasila.

Posko Menangkan Pancasila diinisiasi oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) bersama Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini, Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) dan Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI).

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut