Lawan Teroris Boko Haram, Wanita Nigeria Mempersenjatai Diri

Anda pernah dengar nama kelompok teroris ‘Boko Haram’? Ya, ini adalah kelompok teroris yang paling kejam dan brutal di Nigeria. Dalam menjalankan aksinya, kelompok ini tidak segan untuk melakukan pembantaian massal.

Negara bagian Borno, yang terletak di timur laut Nigeria, merupakan salah satu wilayah operasi Boko Haram. Di negara bagian ini Boko Haram kerap menjalankan aksi kekerasannya.

Seperti pada hari Kamis, 29 Mei lalu, kelompok militan Boko Haram kembali beraksi. Mereka menyerbu sejumlah desa, seperti desa Gumushi, Amuda dan Arbokko, dan membantai penduduknya. Sebanyak 36 warga desa tewas dalam aksi penyerangan tersebut.

Dalam aksinya, para militan Boko Haram kerap menggunakan truk dan sepeda motor. Mereka menembaki penduduk desa. Tak hanya itu, mereka melempari rumah penduduk dengan molotov. Warga desa yang mencoba kabur kemudian ditembaki.

Menghadapi serangan brutal itu, warga desa tidak tinggal diam. Termasuk kaum perempuan. Mereka mulai mempersenjatai diri dan membentuk unit pertahanan desa.

Inisiatif warga desa, termasuk kaum perempuan, itu terbukti efektif. Pada tanggal 27 Mei lalu, kaum perempuan di desa Attagara dan Kawuri, yang terletak di negara bagian Borno, berhasil menggagalkan serangan bersenjata para militan Boko Haram.

Saat itu sepuluh orang militan Boko Haram, dengan mengendarai sepeda motor, mencoba menyerang sejumlah perempuan dengan menggunakan tongkat. Namun, para perempuan itu melawan.

Alhasil, dari 10 orang penyerang, 7 orang tertangkap dan 3 orang berhasil melarikan diri. Anggota Boko Haram yang tertangkap kemudian diadili oleh massa dan dibunuh.

Mamman Yakubu, seorang pemuda yang terlibat dalam aksi perlawanan, mengatakan bahwa mereka membunuh para teroris itu karena Boko Haram tidak akan pernah berbicara ketika diinterogasi. Karenanya, untuk mencegah resiko jika para militan itu pergi, semuanya dieksekusi.

Dalam beberapa minggu terakhir, setelah warga desa mulai mengorganisir diri dan mengangkat senjata, banyak serangan Boko Haram yang berhasil dipatahkan.

Boko Haram adalah kelompok garis keras Islam yang bercita-cita menggulingkan pemerintahan sekuler Nigeria dan menggantikannya dengan negara Islam ‘murni’. Nama resminya adalah  Jama’atu Ahlis Sunna Lidda’awati wal-Jihad (Gerakan Dakwah Ahli Sunnah dan Jihad). Tetapi kelompok ini lebih dikenal dengan nama ‘Boko Haram’, yang berarti “pendidikan barat adalah dosa’.

Kelompok ini berdiri di tahun 2002. Pendirinya bernama Mohamed Yusuf. Tahun 2009, di bawah pimpinan Yusuf, Boko Haram melancarkan serangan pertama. Pemerintah merespon serangan itu dengan aksi militer besar-besaran. Sekitar 700-an anggota Boko Haram tewas, termasuk Mohamed Yusuf, saat itu.

Namun, aksi militer itu tidak menghentikan langkah Boko Haram. Organisasi ini tetap jalan. Kali ini dibawah kendali pimpinannya yang baru, Abubakar Shekau. Di bawah kepemimpinan Shekau inilah Boko Haram melancarkan ‘pembalasan’. Tak hanya menyerang kantor dan aparatus pemerintah, tetapi juga warga desa, non-muslim, pelajar, dan pekerja sosial.

Di bulan Desember 2010, Boko Haram melancarkan serangan bom yang menewaskan 80-an orang. Kemudian, pada perayaan natal di tahun 2011, mereka juga melancarkan serangan yang menewaskan 41 orang. Di bulan September 2013, kelompok ini kembali melancarkan serangan terhadap sebuah sekolah pertanian di Yobe, yang menyebabkan 50-an pelajar tewas.

Kemudian, pada April 2017 mereka kembali melancarkan serangan bom yang menewaskan 75 orang di Abuja. Kemudian, yang cukup menggemparkan, mereka melakukan penculikan terhadap 279 gadis remaja dari SMP Chibok.

Banyak yang berpendapat, akar dari terorisme berkedok agama di Nigeria adalah kemiskinan, ketidakadilan sosial, dan korupsi yang merajalela. Dua pertiga penduduk negeri ini hidup dengan pendapatan 1,25 USD per hari atau lebih rendah lagi.

Di sisi lain, Nigeria punya kekayaan alam yang melimpah. Pada tahun 2010, misalnya, perusahaan minyak asing berhasil mengeruk kekayaan sebesar 69 milyar USD dari ladang-ladang minyak negeri ini. Sebagian besar kekayaan alam negeri ini dikangkangi oleh korporasi asing yang bekerjasama dengan rezim lokal yang korup. Tak hanya itu, Nigeria cukup lama menderita di bawah eksploitasi kolonial.

Wilayah Timur Nigeria, yang menjadi basis gerakan Boko Haram, termasuk daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Ini memicu ketidakpuasan yang meluas. Namun, kelompok islamis sektarian memanipulasinya dengan menebarkan kebencian berbasiskan agama.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut