Lawan Freeport, Pemuda dan Mahasiswa Bangun Posko

Sejumlah organisasi pemuda dan mahasiswa di Jakarta mendirikan Posko untuk menghadapi tekanan PT Freeport Indonesia (PTFI). Posko tersebut berdiri di Margasiswa I Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), di Jalan Dr. Sam Ratulangie Nomor 1 Menteng, Jakarta Pusat.

Koordinator Posko Bernadus Tri Utomo mengatakan, posko ini merupakan ruang konsolidasi antar berbagai organisasi untuk menyatukan kekuatan melawan Freeport.

“Di sini ada berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa serta gerakan rakyat. Ini akan menjadi pusat konsolidasi menghadapi ancaman Freeport terhadap pemerintah Indonesia,” ungkapnya.

Selain PMKRI, organisasi yang bergabung dalam posko ini adalah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (Hikmahbudhi), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), Komite Rakyat Nasional (KORNAS), dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal LMND Hendri Kurniawan mengungkapkan, selain di Jakarta, posko untuk menghadapi Freeport juga sudah ada di Jambi dan Palu (Sulawesi Tengah).

“Posko nantinya akan melakukan diskusi di kampus-kampus, sampai sosialisasi dengan masyarakat setempat,” paparnya.

Lebih lanjut, Hendri mengungkapkan, praktik bisnis yang dijalankan oleh Freeport sangat merugikan bagi Indonesia. Keuntungan yang diberikan Freeport sangatlah kecil bagi Indonesia.

“Perusahaan tersebut hanya berkontribusi Rp 1 triliun, bahkan jauh sekali dari penerimaan devisa negara dari tenaga kerja Indonesia (TKI) diluar negeri,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, PTFI juga mengabaikan kelestarian lingkungan sekitar. Suku-suku disekitar lokasi tambang, seperti Amungme dan Kamoro ,harus kehilangan sumber kehidupannya, terutama air dan hasil hutan.

Risal Kurnia

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut