Kunjungan SBY Kembali Didemo Gerakan Rakyat

Kunjungan Presiden SBY ke Surabaya untuk membuka Kongres ke-XVI Gerakan Pemuda (GP) Ansor) mendapat protes dari dua organisasi gerakan rakyat, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI)

Kedua organisasi rakyat ini menggelar aksinya di Jl Adityawarman, sekitar 1 kilometer dari lokasi pelaksanaan kongres. Mereka menggelar orasi-orasi politik yang menganggap SBY sebagai agen boneka imperialisme di Indonesia.

Selain mengecam kunjungan SBY, mahasiswa dan rakyat juga menyampaikan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM dan pembangunan Jalan Tol Tengah Kota (JTTK).

Usaha massa untuk mendekat ke lokasi tempat SBY berada terhadang oleh barikade pasukan kepolisian. Akhirnya, terjadi aksi dorong-dorongan antara pihak demonstran dan aparat kepolisian. Akan tetapi, aksi dorong-dorongan ini tidak berlangsung lama.

Pembangunan Jalan Tol Tengah Kota

Mahasiswa dan rakyat miskin Surabaya meminta tanggung-jawab Presiden SBY untuk segera menghentikan rencana pembangunan Jalan Tol Tengah Kota di Surabaya.

Pasalnya, menurut Arif Fakhruddin Ahmad, ketua LMND Surabaya, pembangunan jalan tol tersebut bagi dari proyek kerjasama antara rejim SBY dengan lembaga-lembaga imperialis, khususnya Bank Dunia.

Jika pembangunan jalan tol tersebut tetap dilanjutkan, maka Arif Fakhruddin memperkirakan sedikitnya 4500 warga Surabaya akan tergusur dan kehilangan tempat tinggal mereka.

“Jika alasan pembangunan jalan tol adalah menghindari kemacetan, maka itu solusi yang kurang tepat. Sebaiknya, Pemkot Surabaya membangun sistim transportasi alternatif seperti subway atau monorel,” katanya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut