Kuba Manfaatkan Kotoran Ternak Untuk Energi Ramah Lingkungan

Di beberapa tempat kotoran ternak sering masih menjadi masalah. Tetapi di Kuba, kotoran ternak telah dimanfaatkan sebagai energi bersih ramah lingkungan.

Baru-baru ini sebuah lembaga bernama Indio Hatuey Experimental Pasture and Forage Station, yang berlokasi di Provinsi Matanzas, Kuba, meluncurkan program penggunaan kotoran sapi dan babi untuk energi bersih.

Dengan menggunakan biodigester, kotoran sapi dan babi yang mengandung gas metana diubah menjadi energi yang ramah lingkungan.

Pemerintah sosialis Kuba telah menggunakan energi tersebut untuk rumah-rumah penduduk di kawasan pedesaan. Selain mengatasi kebutuhan energi rakyatnya, penggunaan gas metana dari kotoran ternak juga mengurangi pemanasan global.

Pemerintah Kuba juga berencana memperluas program ini ke seantero Kuba. Maklum, Kuba sangat berambisi untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan beralih pada energi yang ramah lingkungan.

“Lebih dari 30 teknologi ini diterapkan di sektor produktif dan 530 titik wilayah di Kuba,” kata Giraldo Jesus Martin, salah

Sejak kemenangan revolusi, Kuba langsung mendirikan lembaga penelitian Indio Hatuey Experimental Pasture and Forage Station. Nama Hatuy diambil dari pahlawan suku asli Kuba, yang menentang penakluk Spanyol pada 1512.

Lembaga itu meneliti dan mengembangkan sistem peternakan dan pertanian yang menyelamatkan Kuba dari bencana kelaparan. Terutama setelah runtuhnya Uni Soviet di tahun 1991, yang menjadi sumber pemasok kebutuhan energi dan pangan Kuba.

Selain dari kotoran ternak, lembaga ini tengah meneliti dan mengembangkan potensi energi dari tanaman, seperti murbei (bebesaran), kelor (merunggai), dan tithonia. Konon, tanaman-tanaman itu mengandung protein yang bisa menghasilkan bahan bakar bersih dan ramah lingkungan.

Disamping Kuba, negara lain yang turut mengembangkan kotoran ternak untuk energi adalah Amerika Serikat, Belanda dan Finlandia. Di Finlandia, kotoran yang diubah jadi energi adalah kotoran kuda.

Ilmuwan di Venezuela tidak mau ketinggalan. Mereka tengah mengembangkan obat-obatan dari bahan-bahan organik, seperti singkong, jagung, sorgum, kedelai, pepaya, lidah, tebu, pisang, kapas, dan kelor.

Dan sekarang, Venezuela telah mengembangkan tanaman organik itu untuk membersihkan tanah dari dampak herbisida dan pestisida.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut