Kuba Deklarasikan Perang melawan Kanker Kulit

Tanggal 4 Februari 2017, yang dirayakan sebagai Hari Kanker Sedunia, Kuba melancarkan perang besar melawan penyakit yang merongrong kesehatan rakyatnya: kanker kulit.

Tidak tanggung-tanggung, untuk menghalau penyakit tersebut, Kuba mengirim dermatologis (ahli penyakit kulit) ke seantero negeri: rumah sakit, pabrik, pusat pekerja, markas militer, sekolah dan lembaga-lembaga lainnya.

Selain melakukan konsultasi, para dermatologis ini juga membuka pemeriksaan dan pengobatan gratis. Tidak itu saja, pemerintah Kuba juga menggerakkan kelompok-kelompok masyarakat yang bertugas menyebarluaskan literatur tentang bahaya pengakit kanker kulit dan cara mencegahnya.

Dr. Olaine Gray, Koordinator Nasional untuk Tugas Khusus Kanker Kulit Kementerian Kesehatan Publik (MINSAP) Kuba, mengungkapkan, kanker kulit merupakan penyakit nomor satu paling banyak diderita oleh orang Kuba.

Di Kuba ada 9000 kasus kanker kulit per-tahun. Negara kecil di kepulauan Karibia ini merupakan peringkat kedua tertinggi kasus kematian karena kanker kulit, yakni 143 kematin per 100.000 penduduk.

Menghadapi penyakit itu, pemerintahan yang dipimpin oleh Partai Komunis terus berinvestasi jutaan dollar untuk melatih tenaga-tenaga baru spesialis.

“Kaum profesional kami terus menjadi kekuatan utama sistem kesehatan publik dan menjadi pilar dalam mewujudkan mimpi keadilan untuk rakyat Kuba dan bangsa lain di dunia,” tulis MINSAP dalam keterangan pers, Jumat (3/2/2017).

Tahun 2016 lalu, setelah 20 tahun penelitian dan pengujian klinik, Pusat Bioteknologi dan Rekayasa Genetik (CIGB) Kuba berhasil menemukan obat baru untuk mengatasi kanker kulit. Nama obanya: Heberferon.

Sistem kesehatan Kuba masyhur di dunia karena kemajuan dan semangat internasionalismenya.

Sejak menang revolusi tahun 1959, Kuba telah 80.000 orang asing untuk menjadi dokter. Mereka berasal dari Amerika latin, Karibia, Afrika, Amerika Serikat, Pakistan dan Tiongkok. Tanpa memungut biaya sepeser pun.

Sejak tahun 1969, 325,710 orang tenaga kesehatan Kuba berpartisipasi dalam berbagai misi kesehatan kemanusiaan di 158 negara di dunia. Di Afrika saja, ada 76.744 tenaga kesehatan Kuba yang bekerja untuk misi kemanusiaan di 39 negara.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut