KPA Mengutuk Keras Penembakan Petani Di Cianjur

Ilustrasi

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menyatakan mengutuk tindakan apara kepolisian Polres Cianjur menembak petani di Cianjur Selatan, Jawa Barat, yang sedang berjuang mempertahankan kekayaan sumber alam dan kelestarian lingkungan hidup.

Menurut Sekretaris Jenderal KPA, Iwan Nurdin, kejadian tersebut menyebabkan 5 orang petani tertembak dan satu diantaranya mengalami luka serius. “Satu orang tertembak di bagian dada oleh aparat keamanan,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan, kejadian tersebut dipicu oleh aksi warga dari tiga kecamatan di Cianjur Selatan, yakni Sindangbarang, Cidaun dan Argabinta, menolak kehadiran perusahaan tambang pasir besi PT Mega Top Inti Selaras.

Bagi masyarakat, ungkap Iwan, kehadiran perusahaan tambang pasir besi itu telah merusak lingkungan. “Eksploitasi pasir besi pada kenyataannya membuat pantai selatan cianjur sepanjang 70 km mengalami abrasi,” ungkapnya.

Selain itu, kata Iwan, kehadiran perusahaan tambang pasir itu membahayakan masyarakat Cianjur karena merusak fungsi sosial ekologis pesisir. “Kehadiran tambang pasir di sepanjang pantai selatan Jawa itu memang harus ditolak karena membahayakan ruang hidup rakyat dan merusak fungsi sosial ekologis lingkungan pesisir serta mendorong bencana abrasi,” ujarnya.

Dalam siaran persnya, KPA mendesak pemerintah segera menyelesaikan konflik agraria secara menyeluruh dan fundamental melalui pelaksanaan reforma agraria sebagai satu-satunya jalan terwujudnya keadilan sosial atas sumber kekayaan alam.

KPA juga mengajak seluruh elemen kaum tani, buruh, nelayan, mahasiswa serta elemen progresif lainnya untuk menguatkan barisan demi mendorong adanya pelaksanaan reforma agraria sebagai satu-satunya jalan menuju kemerdekaan sejati.

Untuk diketahui, pada hari Selasa (25/6), ribuan warga dari tiga kecamatan di Cianjur Selatan yang tergabung dalam Paguyuban Petani Cianjur menggelar aksi massa menolak kehadiran perusahaan tambang pasir besi PT. Mega Top Inti Selaras.

Dalam aksi tersebut, warga berusaha menutup dan menghentikan aktivitas PT. Mega Top. Namun, upaya warga itu direspon polisi dengan menghamburkan peluru ke arah warga. Akibatnya, 5 orang warga tertembak dalam kejadian tersebut.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut