Korban Merapi Gelar Aksi Tagih Janji

Ribuan korban Merapi melancarkan aksi massa untuk menagih janji pemerintah pusat, terutama ganti-rugi ternak, yang pernah disampaikan sendiri oleh Presiden SBY di Jakarta.

Para korban merapi, yang menamakan dirinya Forum Rakyat Korban Merapi (Forkom), menggelar aksinya di Kantor Gubernur DIY dengan membentangkan spanduk dan menggelar orasi secara bergantian, Senin (6/12).

Sebelum menggelar aksi di Kantor Gubernur, massa ini mendatangi Kantor Bupati Sleman terlebih dahulu, untuk menyampaikan sejumlah tuntutan, seperti kejelasan mengenai ganti-rugi ternak, rekonstruksi rumah korban merapi, dan lain-lain.

Menurut perwakilan massa yang menyampaikan orasi, pihaknya merasa kecewa dengan datangnya informasi baru bahwa ternak yang mati tidak akan diganti dengan uang, tetapi dengan ternak hidup.

“Kami sudah tidak memiliki kandang. Oleh karena itu, kami meminta segera ganti rugi uang,” ujar orator di atas mobil pembawa sound-system.

Selain itu, korban merapi juga menuntut agar pemberian bantuan tidak hanya diberikan kepada pengungsi di posko resmi milik pemerintah, tetapi juga kepada pengungsi di posko-posko yang berdiri secara mandiri.

Respon Pemerintah

Merespon tuntutan warga ini, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menegaskan bahwa apa yang dituntut korban merapi sudah sejalan dengan program di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ditambahkan pula, bahwa semua itu akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, meskipun BNPB akan berada dalam garis koordinasi.

Sebelumnya, pada tanggal 5 November, sesaat setelah merapi meletus dengan hebat dan menewaskan banyak warga, Presiden SBY berjanji untuk mengganti-rugi ternak warga di sekitar merapi.

Keputusan ini berlatar-belakang pada banyaknya korban meninggal akibat para pengungsi enggan meninggalkan ternak mereka. Sebab, di mata warga sekitar merapi, ternak merupakan harta benda satu-satunya dan menjadi penjamin masa depan mereka.

Jadinya, kalau pemerintah kemudian tidak memenuhi janji ini, maka ini dapat digolongkan sebagai pembohongan terbesar yang diketahui oleh banyak orang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut