Kontraktor Tambang Dihukum Karena Membunuh Aktivis

Seorang kontraktor tambang di Kolombia, Jaime Blanco, dinyatakan bersalah oleh pengadilan Kolombia. Dia dianggap terbukti terlibat dalam pembunuhan terhadap dua pemimpin serikat buruh pada tahun 2011.

Blanco sendiri dijatuhi hukuman 38 tahun penjara dan denda sebesar 369.000 dollar AS. Namun, begitu mendapat keputusan, pengacara Blanco langsung mengajukan banding.

Untuk diketahui, pada tahun 2001, terjadi pembunuhan terhadap dua orang pemimpin serikat buruh tambang, Valmore Locarno dan Victor Hugo Orcasita.

Saat itu, Locarno dan Orcasista baru bulang dari bekerja. Ia menumpangi sebuah bus karyawan. Di tengah jalan, bus itu dicegat oleh gerombolan paramiliter. Gerombolan itu langsung mencari Locarno dan Orcasista dan kemudian menurunkannya.

Gerombolan paramiliter itu mengeksekusi keduanya. Pembunuhan ini menciptakan kontroversi. Seorang pengacara, Terry Collingsworth, mengajukan kasus ini ke pengadilan.

Locarno dan Orcasista bekerja di perusahaan tambang AS, Drummond, yang berbasis di Alabama. Belakangan, investigasi mengarah pada keterlibatan pengusaha Drummond dalam pembunuhan itu.

Bahkan, berdasarkan investagasi, ada indikasi keterlibatan pemerintah AS, baik melalui CIA maupun Kedutaannya di Kolombia, dalam kasus tersebut. Maklum, CIA dan Kedubes AS punya andil dalam melindungi kepentingan bisnis AS di negara bersangkutan.

Di Kolombia, Kedubes AS dan CIA punya hubungan dengan berbagai kelompok paramiliter. Kelompok paramiliter itulah yang sering dipergunakan perusahaan AS untuk menjaga keamanannya.

Blanco, yang bekerja sebagai kontraktor layanan makanan untuk perusahaan Drummond, menyebut  keterlibatan orang-orang Drummond dalam konspirasi pembunuhan aktivis serikat buruh itu. Ia menyebut nama Jean Hakim, orang yang menjadi kepala keamanan perusahaan dan sekaligus anggota CIA di kedubes AS di Bogota.

Pada tahun 2009, bocoran Wikileaks menyebut nama seorang paramiliter “Jairo de Jesus Charris Castro” sebagai “Jim Adkins”—ada kemiripan dengan Jean Hakim—sebagai tokoh kunci dalam pembunuhan.

Sampai saat ini, pengadilan Kolombia masih menginvestigasi kemungkinan keterlibatan bos Drummond dalam kasus itu. Penyelesaian kasus ini sendiri sangat penting. Maklum, kasus ini telah menjadi perhatian publik di AS. Tak hanya itu, kasus ini telah menjadi penunda penandatangan FTA antara AS dan Kolombia.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut